Politik Global
-
“Benarkah Palestina Sudah Merdeka?”
(A) Untuk ZSM yang ngotot banget mengatakan “Palestina sudah merdeka, buktinya ada presidennya, ada kedubesnya.” Jawaban saya begini : (1) Status Palestina adalah “non-member observer state” di PBB (negara-pengamat-non-anggota). ARTINYA: status Palestina BEDA dengan negara “normal”. DI PBB, Palestina tidak… Continue reading
-
Serial Diskusi Wahid Foundation Indonesia-Palestina Pasca Normalisasi Israel-UEA-Bahrain
Sambutan: Yenny Zannuba Wahid (Direktur Wahid Foundation) Narasumber : 1. Connie Rahakundini Bakrie (Pengamat bidang militer dan pertahanan) 2.Dina Y. Sulaeman (Pengamat Hubungan Internasional – Timur Tengah) 3.M. Imdadun Rahmat (Wakil Sekretaris Jendral PBNU) 4.Wahid Ridwan (Sekretaris Lembaga Hubungan dan… Continue reading
-
The Straw That Broke The Camel’s Back
Sambil duduk di kafe menyelesaikan beberapa pekerjaan, saya mengintip Aljazeera. Ada tulisan bagus dari analis politik senior Aljazeera, Marwan Bishara, judulnya “The End of Saudi Era”. Tulisannya panjang banget. Intinya: petualangan politik MBS yang “kurang ajar” (Bishara menggunakan kata “brash”)… Continue reading
-
Kisah Dua Pangeran (3-tamat)
— Bagian 1: https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/a.234143183678611/1028054450954143 Bagian 2: https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/a.234143183678611/1028176857608569/ — Pada Selasa (15 Sept 2020), di Gedung Putih, Presiden Trump bersama PM Israel Netanyahu, Menlu Uni Arab Emirates (UAE), dan Menlu Bahrain menandatangani deklarasi normalisasi hubungan UAE-Israel dan Bahrain-Israel. Ini tentu saja… Continue reading
-
Kisah Dua Pangeran (2)
Sebelum masuk ke buku Hubbard, saya jelaskan dulu bahwa Kerajaan Saudi Arabia (KSA) didirikan pada 1932, raja pertamanya bernama Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Saud. (Makanya disebut Saudi, karena pendirinya adalah Dinasti Al Saud). Tradisi suksesi (perpindahan kekuasaan) di… Continue reading
-
Kisah Dua “Pangeran”
(1) Tadi malam, ada bapak-bapak fesbuker ghibahin saya, menyebut saya “emak-emak kurang kerjaan”. Saya pikir-pikir, bener juga dia bilang: kalau banyak kerja mana mungkin sempat nulis di fanpage ini, ya kan? Udahlah gratisan, dibully pulak. Benar-benar kurang kerjaan. 😀 😀… Continue reading
-
Mengkritisi Kalimat-Kalimat Film Jejak Khilafah di Nusantara
Karena nanti siang ada webinar “Jejak HTI dan Klaim Khilafah di Nusantara”, saya “iseng” menulis catatan kritis atas kalimat-kalimat di beberapa menit film ini (capek atuh kalau semuanya). Tapi kalimat-kalimat awal ini penting, karena di sinilah premisnya. Saya ingin menunjukkan:… Continue reading
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.