liberalisme

  • Catatan Perjalanan Beirut-Damaskus (1)

    Seperti saya tuliskan di postingan sebelumnya, saya melakukan perjalanan ini dalam keadaan duka cita, karena Ibu saya meninggal dunia 3 hari sebelum keberangkatan saya. Saya tetap harus berangkat demi mensupport pihak penyelenggara; mereka sudah menyediakan tiket, yang ternyata tidak bisa… Continue reading

  • The cognitive war against Iran and geopolitical shift

    (Dina Sulaeman) — (terjemahan beberapa paragraf pertama) Hawa terasa beku ketika saya tiba di Teheran pada bulan Desember tahun lalu. Saya datang untuk menghadiri Tehran Dialogue Forum. Polusi Teheran membuat matahari pagi terasa sangat suram, namun pohon Natal di lobi… Continue reading

  • Dokumen Abu Dhabi

    Hari Sabtu tanggal 3 Des yll, saya hadir di acara Talkshow “Dokumen Abu Dhabi” dengan tagline “100% beriman, 100% urang Bandung”. Pembicara selain saya, ada Romo Aloy (belum pernah saya ketemu Romo se-funky [gaul/rame/unconventional] ini ), ada Prof Koerniatmanto yang… Continue reading

  • Ada orang bernama Luthfie Assyaukani, salah satu founder Jaringan Islam Liberal (latar belakang pendidikannya Islamic Studies, bukan HI/Politik Internasional) menulis begini di FB-nya: Bulan Sabit Syiah Ancaman terbesar bagi stabilitas di Timur Tengah bukanlah Israel, tapi Bulan Sabit Syiah. Pernyataan… Continue reading

  • Bolehkah Demokrasi Melawan Antidemokrasi?

    Karena sempat ada kehebohan soal aksi terbaru kelompok pro-khilafah yang bikin film -yang isinya banyak mendistorsi sejarah Nusantara- saya jadi teringat pada pertanyaan “apakah demokrasi boleh melawan kelompok antidemokrasi?” [saya bilang “sempat” heboh, karena kemudian diskusinya tenggelam oleh riuhnya pembahasan… Continue reading

  • Iran dan Covid-19

    Permintaan Iran kepada IMF untuk memberi pinjaman uang dalam rangka penanganan Covid-19 memunculkan banyak pertanyaan, intinya: apakah Iran akhirnya tunduk kepada Barat? Selama ini, IMF dikenal sebagai perpanjangan tangan negara-negara kaya Barat untuk mengacak-acak perekonomian negara berkembang. Pasalnya , IMF… Continue reading

  • Siapa yang Radikal? (2)

    Baru saya sadari, selain kaum Muslim tekstualis (kaum takfiri, jihadis), ternyata ada satu pihak lagi yang yang tersinggung dengan istilah “radikal”. Siapa mereka? Itulah orang-orang “pejuang kebebasan” atau “antifasis” atau “antioligarki” atau “libertarian” atau SJW (social justice warrior). Ya pokoknya… Continue reading

  • Siapa yang radikal?

    Kemarin (sampai pagi ini) saya baca tulisan beberapa orang yang mengecam istilah “radikal” yang dikaitkan dengan Islam. Intinya, kata mereka, ini akal-akalan “penguasa” untuk membungkam oposisi. Ya kalau kita balik lagi ke asal kata, radix (akar), makna kata radikal bisa… Continue reading

  • Charlie Hebdo dan Absurditas di Tanah Voltaire

    Oleh: Dina Y. Sulaeman* (Dimuat di Sindo Weekly Magazine**, 15/1/2015) Charb, Cabu, Wolinski dan Tignous tewas. Empat kartunis Perancis yang gemar mengolok-olok lewat kartun yang mereka publikasikan itu seolah menjadi tumbal bagi kebebasan berbicara (freedom of speech). Kebebasan berbicara konon… Continue reading

  • Pemerintah Baru: Cabut Subsidi BBM atau Tidak?

    Saat berusaha mencari tahu siapa Rini Soewandi (Kepala Staf “Kantor Transisi Jokowi-JK”), saya menemukan artikel lama, tahun 2001. Terlepas dari preferensi politik, artikel ini penting dibaca untuk memahami betapa paradigma ekonomi sangat mempengaruhi kebijakan yang diambil pemerintah. Betapa pentingnya kesatuan… Continue reading