Indonesia
-
“Normalisasi” Itu Seharusnya Kayak Gini
Istilah “normalisasi” dengan Israel, sebenarnya agak aneh. Indonesia didorong pihak-pihak tertentu untuk “menormalisasi” hubungan dengan Israel. Indonesia kan tidak pernah menjalin hubungan diplomatik sebelumnya dengan Israel dengan alasan “penjajahan Israel pada Palestina.” Jadi apanya yang dinormalkan? Menormalkan [=menganggap normal] penjajahan?… Continue reading
-
Karena ini masalah internasional, saya bahas juga di sini ya.
Mengapa ada perbedaan soal vaksin di pemberitaan internasional? Misalnya, Bloomberg memberitakan “Vaccine Makers Race to Create a Booster in 100 Days to Beat Omicron [para pembuat vaksin berlomba-lomba membuat booster dalam 100 hari untuk mengalahkan omikron]. Sebaliknya, Polly Roy, profesor… Continue reading
-
Politisasi Kasus HW
Kasus HW ini kasus kriminal. Dia harus dihukum seberat-beratnya, sebaiknya dikebiri juga. Para korban juga harus diberi perlindungan sebaik-baiknya, disembuhkan traumanya, dll. Demikian juga para “ustat”/ “guru” yang melakukan aksi-aksi kejahatan seksual di berbagai lembaga pendidikan lain, semua harus dihukum.… Continue reading
-
“Berdamai” dengan Israel? (2)
Kesalahkaprahan istilah “berdamai” dalam isu Israel-Palestina, sudah saya bahas di bagian pertama. Sekarang kita bahas “normalisasi.” Mengapa ada pihak yang mendorong Indonesia “menormalisasi” hubungan dengan Israel? Mengapa dipakai kata “normal”? Kalau dalam teori resolusi konflik, normalisasi artinya mengembalikan hubungan diplomatik,… Continue reading
-
“Berdamai” dengan Israel? (1)
Ada saja suara-suara yang bicara “perdamaian” dengan Israel. Memang, Israel ingin sekali membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia. Sebagian orang Indonesia pro-Israel juga menginginkannya. Banyaklah iming-iming dari mereka, “Kita bisa mengakses kecanggihan teknologi Israel; kita bisa belajar teknologi pertanian Israel, bla..bla..bla..”… Continue reading
-
Pakar : Wahabisme Sumber Doktrin Perpecahan Umat
Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM – Pakar “Wahabisme, Sumber Doktrin Perpecahan Umat”, Dina Yulianti Sulaeman dalam wawancaranya dengan Tehran Times, sebuah media berbahasa Inggris paling terkemuka di Iran mengatakan bahwa Wahabisme “tidak mendorong pemikiran rasionalis”. “Doktrin yang dikemukakan Wahabisme adalah purifikasi dan takfirisme. Doktrin-doktrin… Continue reading
-
Kemerdekaan yang Tidak Bisa Dicapai dengan Cuitan Keprihatinan
Empat puluh empat tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1977, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 29 November sebagai Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina. Ketetapan yang dikukuhkan oleh Resolusi PBB No. 32/40 B ini mengawali peringatan di tahun-tahun… Continue reading
-
Menolak Lupa: Rekam Jejak FAO dalam Perang Suriah
FAO (Farid Okbah) ditangkap Densus 88. Lalu, ada tokoh yang menyebut bahwa radikalisme diangkat untuk “mengalihkan isu PCR”. Kalau kata saya sih, bisnis PCR tetap harus lanjut diusut (termasuk diusut juga: secara sains, apa perlu razia swab massal dilakukan kepada… Continue reading
-
“Model Kerja Sama Pemerintah/Militer AS dengan Pebisnis: dari Timteng sampai Indonesia”
Kekuatan resistensi (perlawanan) telah menyerang pangkalan militer AS di Al-Tanaf (Suriah) (25/11). Pangkalan militer ini ilegal karena tidak diizinkan oleh pemerintah Suriah. Ini adalah kali pertama kali al Tanaf diserang secara langsung. Jubir Pentagon mengatakan, drone yang dipakai adalah buatan… Continue reading
-
Ancaman Seram
Sejak beberapa bulan terakhir, saya perhatikan, media mulai rame memberitakan soal “ancaman yang lebih seram” atau “ancaman yang lebih ngeri” daripada Covid. Apakah ancaman yang lebih seram itu? Climate change, kata mereka. Lalu solusinya gimana?Tentu saja: duit, duit, duit. “Kebutuhan… Continue reading