epistemic community
-
Kisah Para Pemuda Yahudi yang Menolak Disuap Tiket Gratis
Sejak tahun 1999, kelompok Zionis AS mendirikan sebuah yayasan yang memberikan “hadiah” (gift, istilah mereka) kepada kaum muda Yahudi dari berbagai negara yang berusia 18-32 tahun untuk jalan-jalan gratis ke Israel selama 10 hari. Menurut situsnya, program yang diberi nama… Continue reading
-
Analisis Berita: Bagaimana Detik.com Memberitakan Idlib
Isi berita saya copas utuh, catatan dari saya ada di dalam [….] —- ***Serangan udara yang disebut dilakukan pihak rezim bersama sekutunya, Rusia, menewaskan 12 orang di barat laut Suriah. Korban tewas ini terdiri dari warga sipil dan tiga orang… Continue reading
-
Ada cerita menggelikan…
Alkisah ada Paijo, doktor jurusan saluran air lulusan Kutub Selatan, selama ini kadang nulis status soal Palestina-Israel. Dia tipe sok netral dan sok toleran, dan suka menuduh orang yang pro Palestina adalah radikalis yang mendasarkan diri pada klaim-klaim Al Quran… Continue reading
-
Tentang Bukalapak dan ACT
Sejak kemarin dumay dihebohkan oleh tulisan facebooker bernama Dahono Prasetyo yang berjudul “Bukalapak Bukalah Topengmu”; dicopas di mana-mana, antara lain di [1]. Sebagai ‘martir’ untuk isu Suriah (menulis soal Suriah sejak 2011, habis-habisan dibully, bahkan diancam bunuh, tapi terbukti bahwa… Continue reading
-
Menolak Buta Sejarah: Palestina 1896
Sebenarnya, konflik Palestina-Israel ini mudah dipahami, siapa yang salah, siapa yang benar. Pakai logika pun cukup. [1] Yang bikin orang gagal paham adalah karena terlalu banyak noise (kebisingan gak jelas, mengaburkan akar masalah). Ada ahli kimia, ahli geologi, atau… Continue reading
-
Di Universitas Pertahanan (Sentul)
Presentasi paper “Towards a New Concept of Counterterrorism in Indonesia: a Gender-Sensitive Approach”. Perempuan yang tergabung dalam organisasi teroris itu sebenarnya pelaku saja, atau sekaligus juga korban? Korban doktrin radikal, korban sistem patriarki puritan versi Wahabi. Tapi kalau dianggap korban,… Continue reading
-
Menyambung Status Kemarin…
Menanggapi berbagai komen (sebagian sih sudah saya jawab langsung), ada yang perlu saya jelaskan. Ingat, ini bukan dalam rangka membela teroris atau tidak bersimpati sama korban ISIS ya (saya akan blokir orang-orang yang berani komen kayak gini lagi, sialan bener).… Continue reading
-
Eks-ISIS, Dipulangkan atau Tidak?
Konvensi internasional mengatur bahwa tidak boleh ada satu manusia pun yang stateless (tak berwarga negara). Makanya kita membantu Rohingya, yang tidak diakui sebagai warga negara oleh pemerintah Myanmar. Nah, orang-orang Indonesia yang bergabung dengan ISIS, jika tidak diakui oleh Indonesia… Continue reading
-
Saatnya Memilih, Mau Berpihak Kemana?
Dari Bandung, ada berita miris sekaligus melegakan. Miris, karena seorang ustadz yang punya track record menebar kebencian (dan semakin ‘menggila’ sejak Perang Suriah dimulai), berkhutbah di hari Idul Fitri dengan menebar fitnah soal “kecurangan”. Melegakan, karena menurut kesaksian seorang netizen,… Continue reading
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.