Diplomasi
-
Diskusi dengan Kaum Bigot Itu Pekerjaan Sia-Sia
[Bigot adalah kata dalam bahasa Inggris, artinya fanatik buta. Bigot bisa berasal dari agama apa saja, atau ‘isme’ apa saja.] Suatu hari, saya pernah hadir di sebuah acara diskusi yang diselenggarakan sebuah ormas besar untuk bicara soal Suriah. Saya dipanelkan… Continue reading
-
To the point saja…
Saya tidak ada toleransi sedikit pun pada facebooker fans Israel, baik yang terang-terangan atau yang pura-pura netral (saya punya ‘penciuman’ yang cukup tajam untuk mendeteksi orang-orang seperti ini). Kalau mereka friend di FB, saya langsung unfriend tanpa sungkan. Setiap orang… Continue reading
-
Demo di Irak dan Relasi Iran-Irak
Hari-hari ini Irak dilanda demonstrasi besar. Isu yang diangkat, tak jauh bedalah dengan isu-isu demo di berbagai negara berkembang, yaitu mengecam pemerintah yang dituduh korup, tidak menyediakan lapangan kerja, harga-harga mahal, dan bahkan: memprotes kerjasama Irak dengan China. Mirip ya… Continue reading
-
Kisah Para Pemuda Yahudi yang Menolak Disuap Tiket Gratis
Sejak tahun 1999, kelompok Zionis AS mendirikan sebuah yayasan yang memberikan “hadiah” (gift, istilah mereka) kepada kaum muda Yahudi dari berbagai negara yang berusia 18-32 tahun untuk jalan-jalan gratis ke Israel selama 10 hari. Menurut situsnya, program yang diberi nama… Continue reading
-
Khilafah, Khalifah, Hoax, dan Terorisme
Saat ada adu tagar pro 01 vs 02 pasca Debat IV Pilpres, di antara berbagai tagar yang trending, saya melihat ada tagar yang beda sendiri: “Islam Damaikan Dunia”. Saya buka cuitan-cuitan dengan tagar ini, ternyata secara bersamaan mereka membawa tagar:… Continue reading
-
Diplomasi Zaman Now vs Diplomasi Era Zadoel
Debat Keempat Pilpres kemarin saya ikuti dengan seksama karena temanya cocok dengan bidang studi saya, Hubungan Internasional. Ada hal yang menarik untuk ditelaah, soal diplomasi dan ‘kepentingan nasional’. Pertanyaan dari panelis adalah, “…Keberhasilan dalam diplomasi internasional tergantung pada kemampuan negara… Continue reading
-
Tentang China dan Uyghur (1) : Metodologi
Kasus Uyghur sebenarnya pengulangan dari konflik-konflik lain yang disikapi emosional oleh orang Indonesia. Jadi, ini adalah tulisan ‘metodologis’, tentang bagaimana cara kita menyikapi konflik yang terjadi nuh jauh di luar sana. Mengapa ini penting? Karena melelahkan sekali, juga tidak mungkin,… Continue reading
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.