Karena banyak yang nanya soal berita dari AS & Israel bahwa “Iran koordinasi dulu”, atau, maaf, dengan istilah yang SALAH: “AS merestui” serangan Iran, dan konon “pakai teori HI” … saya mau nimbrung sedikit.
1.Iran memberitahukan akan membalas Israel, sudah sejak hari pertama, 1 April, saat konsulat Iran dibom Israel. Jadi, tidak ada rahasia, kecuali tanggal, jam, menit, detik. AS dan sekutunya juga sejak awal sudah bersiap-siap mau melindungi Zionis. Bahkan, sudah banyak upaya diplomasi dari Barat, agar Iran batal membalas.
2.Pemberitahuan akan ada serangan memang perlu dilakukan oleh AKTOR RASIONAL (nah saya pakai istilah HI), tujuannya, agar tidak ada collateral damage. Iran juga terbuka bilang bahwa ia kasih tau negara2 di seputar Israel; lalu mereka segera menutup jalur udaranya, agar tidak ada rudal nyasar mengenai pesawat sipil.
Sikap ini beda kelas dengan aktor irrasional seperti Israel yang ngebom semaunya, dan ketika ada korban sipil, dia bilang “collateral damage.”
3.Kalau benar Iran kasih info khusus ke AS [ini kan masih klaim dari pihak Zionis], perlu dipahami: diplomasi di sela-sela perang adalah hal wajar, tergantung target. Target Iran memang bukan untuk membunuhi Yahudi-Zionis sebanyak-banyaknya, tapi target strategis (yang paling utama: menciptakan ekuasi terhadap militer Zionis yang konon “the invincible” dan memaksa semua aktor irrasional -Israel dkk- agar mau rasional & memberi posisi tawar lebih tinggi bagi front perlawanan Palestina di meja negosiasi agar ada gencatan senjata permanen.)
4.-No 2&3 itu jelas TIDAK SAMA dengan “minta restu” apalagi ilusi “Syiah dan Zionis itu bersekutu”. Yang berilusi ini, jelas tidak pakai teori HI, tapi pakai teori konspirasi ala Wahaboy.
[Tentu, saya amat yakin, status Gus Ulil sama sekali tidak ke arah ilusi Wahaboy, tapi dimanfaatkan oleh orang-orang itu sebagai dalil. Nyuwun sewu nggih.]