



Ada video yang sedang viral, sekelompok peziarah Indonesia, di dalam kompleks Al Aqsa, Jerusalem, membuat pernyataan dan doa, agar: rakyat Indonesia tidak antisemit & rasis terhadap orang Yahudi dan agar Indonesia bisa punya kerja sama dengan Israel.
Komen saya:
1. Sikap pemerintah Indonesia secara RESMI, dan dinyatakan terbuka di berbagai forum PBB, adalah: membela Palestina. Karena, Indonesia memandang bangsa Palestina belum merdeka, mengalami perampasan HAM & kejahatan kemanusiaan yang DILAKUKAN oleh rezim Zionis Israel.
Jadi, kami RAKYAT Indonesia membela Palestina atas alasan tsb, bukan karena RASISME pada umat Yahudi.
Kebijakan luar negeri Indonesia selama ini tidak berubah, selalu menolak penjajahan Israel atas Palestina. Apa Anda sekalian menyebut pemerintah Indonesia, mulai Sukarno, sampai Jokowi, rasis pada Yahudi??
2. Indonesia JANGAN buka hubungan diplomatik dengan Israel sebelum bangsa Palestina merdeka, berdaulat, terbebas dari kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Rezim Zionis. Membuka hubungan diplomatik & bekerja sama dengan Israel adalah pengkhianatan terhadap UUD 1945 & pada pesan Bapak Bangsa RI, Ir. Sukarno.
3. Apa itu Antisemit?
“Semit” adalah istilah untuk kelompok etnis, budaya, atau ras yang terkait dengan orang-orang di Timur Tengah, termasuk Arab, Yahudi, Akkadia, dan Fenisia.
Menentang penjajahan Israel terhadap Palestina tidak bisa dibilang anti-Semit, karena Arab-Palestina juga Semit. Bangsa Arab Palestina sejak dulu ada yang Muslim, Kristen, Yahudi.
Shulamit Aloni, eks-menteri Zionis, dalam wawancara dengan Amy Goodman, terang-terangan mengatakan, “[label] antisemit adalah trick [tipuan] yang sering kami pakai.. jika ada yang mengkritik Israel, mereka antisemit.”
——
-Video wawancara Shulamit: https://twitter.com/DailySabah/status/1478077074233561107…
-Video turis Indonesia pro Israel:
https://twitter.com/erlanis…/status/1766810396516884706…
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.