
Israel sudah mengeluarkan pernyataan akan melakukan serangan darat di Rafah (dan selama beberapa pekan sudah membombardir kawasan selatan Gaza, termasuk Rafah)
Banyak pihak, mulai PBB, sampai Uni Eropa memperingatkan bahwa serangan itu akan menimbulkan bencana besar karena Rafah kini dihuni 1 juta lebih pengungsi.
Militer Mesir juga sudah bersiap di perbatasan karena jika penyerangan besar-besaran terjadi, tentu warga akan terdesak dan satu-satunya tempat berlindung adalah masuk ke Mesir. Tujuan utama Israel memang mengusir keluar warga Gaza. Tapi, Mesir tidak mau “ketempuhan”, harus mengurus jutaan pengungsi.
Peringatan dari berbagai pihak tidak dipedulikan Israel. Sebabnya, karena AS terus memberi dukungan uang, senjata, dan politik. Biden sudah menelpon Netanyahu terkait serangan ke Rafah ini dan berkata: “Operasi militer di Rafah tidak boleh dilanjutkan tanpa rencana yang kredibel dan dapat dilaksanakan untuk menjamin keselamatan dan dukungan bagi lebih dari satu juta orang yang berlindung di sana.”
Apa maksudnya? Kalimat ini bisa dimaknai: “Silakan kalau mau serang Rafah, tapi bikin rencana yang baik dan lindungi warga” [dengan kondisi Rafah yg penuh sesak, mana mungkin warga bisa dilindungi, selama ini pun sudah dibom terus oleh Zionis.] Dan di saat yang sama, AS juga terus kasih bantuan senjata. Sungguh munafik.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.