Tadi malam (15 Jan), Iran melakukan 2 operasi militer dengan menggunakan misil balistik jarak jauh (menempuh 1230 km dari Iran sampai ke Suriah).

(1) Ada ada di Erbil? Erbil ini ibu kota provinsi Kurdistan Irak. Kaum Kurdi selama ini dikenal sangat pro-AS & Israel. Tahun 2017, mereka melakukan referendum, mayoritas setuju untuk memisahkan diri dari Irak. Saat itu, satu-satunya yang mengakui “kemerdekaan” Kurdistan cuma Israel (nature-nya sama: Kurdi ingin negara khusus suku Kurdi aja, Israel maunya negara khusus Yahudi; jadi sama-sama rasis).

Akhirnya, karena tidak mendapat dukungan internasional, Kurdistan begabung lagi dengan pemerintah pusat Irak. Iran sudah sejak lama minta pemerintah pusat Irak untuk mengurusi Kurdistan karena dijadikan basis kelompok-kelompok teroris yang menyerang Iran. Tapi sepertinya pemerintah pusat Irak juga tidak berdaya, karena backing Erbil adalah AS dan Israel.

Serangan ke Erbil ini adalah balasan dari serangan teror di Kerman tanggal 3 Januari, yang dilakukan oleh agen Mossad (tapi ISIS yang mengaku bertanggung jawab), serta berlanjut dengan serangan berikutnya terhadap sejumlah komandan IRGC oleh Zionis.

Menurut IRGC: markas utama intelijen Mossad di Erbil bertanggung jawab dalam mendesain dan melancarkan operasi spionase serta merancang kegiatan teroris di kawasan, terutama terhadap Iran.

(2) Ada apa di Idlib? Yang diserang Iran di Idlib adalah markas ISIS. (Idlib adalah provinsi Suriah yang masih diduduki berbagai kelompok teroris, para pendukungnya menyebut “mujahidin”).

IRGC mengatakan: serangan rudal menargetkan tempat berkumpulnya para komandan dan elemen utama serangan teroris di kota Kerman dan Rask di Iran (pasca serangan teroris di Kerman, juga terjadi serangan teror ke kantor polisi di Rask, Iran tenggara, menewaskan 11 petugas polisi dan melukai sedikitnya 6 orang lainnya. (sumber @PressTV)

Komen: perhatikan peta, kalau rudal dari Iran sudah bisa menjangkau Suriah utara, artinya, juga bisa menjangkau Israel. Serangan ini bisa dibaca sebagai PESAN ANCAMAN untuk Israel.

IRGC: Korps Garda Revolusi Islam Iran, salah satu divisi IRGC adalah Quds Force (fokus di perang nonkovensional dan intelijen). QF ini, dg komandannya Jend Qassem Soleimani, yang berperang bertahun2 membantu militer Irak dan militer Suriah untuk melawan ISIS. Setelah ISIS dinyatakan kalah (dalam arti: daerah2 yg dikuasai ISIS sudah dibebaskan lagi), malah AS membunuh Jenderal QS saat berada di Irak.

>> tulisan lama saya tentang kaitan Kurdi & Israel: https://ic-mes.org/…/referendum-kurdistan-perebutan…/

>> follow t.me/dinasulaeman

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh