
Dalam sidang hari ini, di Mahkamah Internasional (ICJ), Si pengacara pihak Israel, Malcolm Shaw, profesor hukum internasional dari Inggris, mengutip definisi genosida: “suatu kejahatan itu disebut genosida kalau ada NIAT menghancurkan suatu kelompok bangsa, etnis, ras, atau agama, sebagian atau keseluruhan.”
[Genocide Convetion: genocide is a crime committed with the INTENT to destroy a national, ethnic, racial or religious group, in whole or in part]
Lalu dia bilang: Israel tidak berniat menghancurkan warga Gaza, buktinya, sebelum menyerang, Israel melempar pamflet peringatan dulu ke Gaza supaya warga bisa mengungsi.
Padahal, pihak Afsel sudah menyampaikan bukti kata2 para elit Israel sendiri yang menunjukkan NIAT genosida.
Misalnya, pernyataan Menhan Yoav Gallant tgl 9 Oktober menunjukkan NIAT untuk menghancurkan warga Gaza. Dia terang2an berkata: saya akan memblokade total Gaza, melarang masuknya lisrik/BBM, makanan, air. Dia bahkan bilang: kami berhadapn dengan “manusia-binatang” dan akan bertindak sesuai itu.
Ini salah satu video yang kemarin ditunjukkan sbg bukti NIAT genosida, oleh Afsel, dimana para serdadu Zionis bernyanyi “Kami datang untuk menduduki Gaza dan mengalahkan Hizbullah” serta mengutip kisah Amalek di Bible. https://twitter.com/dina_sulaeman/status/1745761938842529982
Netanyahu dalam pidatonya juga mengutip kejadian Amalek di Bible, dimana konon orang Yahudi diperintahkan membunuh semua orang Amalek, termasuk wanita dan anak2. https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1078608089822637
DAN HARI INI: pihak Israel menjawab “Afsel salah paham soal makna Amalek!”
[Gaslighting: pokoknya… elo yang salah!]
Intinya: kemarin Afrika Selatan menyajikan video, gambar dan kutipan pernyataan mengenai niat genosida Israel di Gaza.
Hari ini Israel ‘membela diri’ tanpa bukti. Bukti yang diberikan “Trust me, bro!” [udahlah, kalian percaya aja!]
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.