
Terlihat orang-orang berjalan kaki dengan santai, bersama keluarga, membawa anak-anak. Mengapa? Karena, tradisi ziarah di Iran memang sangat kental. Ziarah sudah jadi semacam acara piknik. Jadi kalau hari libur, banyak keluarga yang memilih liburan murah-meriah, yaitu ke tempat-tempat peziarahan.
Biasanya di sana pemerintah sudah menyediakan banyak fasilitas publik, toilet, keran air minum, dll. Seperti biasa, di mana ada keramaian, ada saja yang jualan makanan, mainan, dll, sehingga anak-anak senang. Taman-taman juga ada banyak di seputar tempat peziarahan, sehingga orang-orang bisa gelar tikar lalu makan-minum.
Di Kerman, tanggal 3 Januari lalu, banyak yang berziarah ke makam Jend. Qassem Soleimani, pahlawan buat orang Iran, dan buat orang-orang yang paham perjuangannya (berperang melawan ISIS di Irak & Suriah, membantu Hez dan pejuanga Palestina, dll). Seperti terlihat di video ini. Lalu tiba-tiba saja dua bom berkekuatan besar meledak. Minimalnya 84 orang gugur (lebih banyak perempuan & anak); 280 terluka.
Hanya orang berhati jahat, yang penuh kebencian, yang tega meledakkan bom di tempat yang damai seperti itu. ISIS mengaku bertanggung jawab, dan ISIS memang punya track record mengebom warga dengan alasan kebencian yang tak masuk akal (Indonesia juga berkali-kali jadi korban bom ISIS).
Tapi, ISIS ini siapa yang menggerakkan? Pelakunya mungkin mengaku/merasa Muslim. Tapi siapa sebenarnya yang mendesain proyek besar ISIS di Irak dan Suriah, lalu tiba-tiba saja menyebar ke seluruh dunia?
Baca tulisan saya : “analisis mengapa ISIS tiba-tiba mengklaim bahwa mereka yang melakukan serangan teror di Kerman, Iran?” https://twitter.com/dina_sulaeman/status/1743066046372954476
Kesimpulan: Israel adalah musuh semua bangsa, bukan cuma Palestina. Lewat agen-agennya yang melakukan berbagai jenis kejahatan (termasuk TERORISME), lewat perusahaan2 transnasional yang mengeruk kekayaan di berbagai sudut bumi, dll. >> baca utas saya soal bagaimana Zionis menjebak para tokoh dunia, supaya mereka diam di hadapan kejahatan Israel : https://twitter.com/dina_sulaeman/status/1743801372053774534
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.