Hari ini 3 Januari 2024 adalah genosida yang dilakukan Zionis hari ke 89. Korban pembunuhan yang dilakukan Israel, selain di Gaza, juga warga Palestina di Tepi Barat dan warga Lebanon.

Yang baru terjadi tadi malam (2 Januari) adalah: Zionis membunuh tokoh Hamas yang SEDANG BERADA DI LEBANON. Namanya Saleh Al Arouri.

Di malam yang sama, tapi sudah masuk ke tanggal 3 Januari, 4 tahun yang lalu (2020), AS membunuh seorang jenderal Iran, yang SEDANG BERADA DI IRAK. Namanya Jend Qassem Soleimani.

Kesamaan kedua tokoh ini:

1. Mereka memperjuangkan hal yang sama: melawan AS dan Israel yang telah membuat sangat banyak kejahatan di Timur tengah. Israel, dibantu AS, menjajah Palestina. Untuk membela Israel, AS mengembargo Iran (melarang negara-negara di dunia bekerja sama ekonomi dengan Iran). Israel, melalui agen-agen intelnya melakukan banyak pembunuhan atas tokoh-tokoh dan saintis Iran.

2. Mereka dibunuh oleh pihak yang sama: AS dan Israel. Mereka adalah dua tokoh pejuang dari front yang sama, yaitu Front Muqawwama (Axis of Resistance).

3. Mereka sedang menjadi tamu di negara lain. Al Arouri menjadi tamu resmi di Lebanon, artinya Israel yang mengebom rumah Al Arouri di Beirut telah melanggar kedaulatan Lebanon dan MENGHINA tuan rumah (pemerintah Lebanon).

Jend. Soleimani pada tanggal 3 Januari 2020 dini hari, datang ke Irak karena diundang resmi oleh Perdana Menteri Irak. Artinya, AS telah melanggar kedaulatan Lebanon dan MENGHINA tuan rumah (pemerintah Irak). Tak lama setelah kejadian itu, parlemen Irak menyerukan agar AS angkat kaki dari Irak; tapi AS memang muka badak, jadi tetap di sana.

Dalam beberapa pekan terakhir, pangkalan-pangkalan militer AS di Irak diserang oleh pejuang Irak (PMU) yang dulu dibentuk oleh Jend. Soleimani untuk berperang melawan ISIS. Jadi, yang mengalahkan ISIS adalah warga Irak sendiri, bukan AS (yang datang ke Irak tahun 2014 dengan alasan akan melawan ISIS).

Yang dilakukan AS & Israel di Irak & Lebanon, adalah PELANGGARAN HUKUM INTERNASIONAL. Saya pernah menulis paper akademik, “International Law Review in the Assassination of General Qasem Soleimani” Bisa dibaca di sini: https://scholarhub.ui.ac.id/ijil/vol18/iss4/6/

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh