
Masih banyak yang berusaha mencampuradukkan antara “jihadis” (alias TERORIS) Suriah dengan gerakan perjuangan kemerdekaan di Palestina. Saya akan jelaskan dengan singkat.
1. Thn 2012, beberapa faksi di Suriah, mulai angkat senjata untuk menggulingkan Presiden Assad. Alasan yang mereka pakai untuk menggalang dukungan: “Assad itu Syiah yang membantai Sunni.” Jelas ini HOAX, tapi sangat banyak yang percaya.
2. Siapa saja yang angkat senjata?
a. Ikhwanul Muslimin (IM) Suriah
b. Hizbut Tahrir Suriah (ini berdasarkan klaim HT Indonesia/HTI; saat saya ke Suriah dan mewawancarai beberapa tokoh, mereka tidak tahu bahwa ada HT di Suriah).
c. Al Qaida Suriah (Jabhah Al Nusra), dan sejak 2013, muncul ISIS (ISIS ini “cucu” Al Qaida, akar ideologinya sama)
3. IM mendapatkan dukungan dana dari Turki, Qatar, AS, Prancis, Inggris, dll, “markas” mereka ada di Turki, dan membentuk “Free Syrian Army” (FSA). FSA terdiri dari banyak milisi, salah satunya yang terkenal “Jaysh Al Islam”. Cek di foto: bendera sebelah kiri adalah bendera FSA. Jadi kalau kalian lihat ada netizen, atau ustad, atau lembaga donasi pernah kibarin bendera FSA, kalian paham ya, afiliasinya ke siapa.
4. Saudi juga mendanai proyek penggulingan Asssad, tapi karena Saudi anti IM, uangnya masuk ke faksi lain, yaitu faksi Al Qaida. Makanya Qatar dan Saudi pernah berantem (putus hubungan diplomatik) karena beda jagoan di lapangan.
5. Al Qaida (Al Nusra) tahun 2013 pecah, sebagian gabung dengan ISIS. Al Nusra sudah dinyatakan sebagai teroris oleh PBB, mereka pun ganti nama jadi “Haiat Tahrir Al Syam” (HTS), saat ini masih aktif ngebomin warga Suriah, pusatnya di Idlib. Jadi kalau ada lembaga mengepul donasi untuk Suriah, tapi dianterinnya ke Idlib, kalian tau, mereka temenan sama siapa. Soalnya, pemerintah Suriah dan PBB aja ga bisa masuk Idlib. HTS ini temenan juga sama milisi-milisi IM, sama-sama bercokol di Idlib.
5. Militer Suriah [dibantu militer Rusia], selama perang Gaza ini, sibuk mengurusi para teroris di Idlib ini. Mereka mengebom pusat-pusat persembunyian para teroris di Idlib, dengan tujuan utama, mengambil alih lagi Provinsi Idlib dari tangan teroris itu.
6. Kalian ngeh ga: para teroris yang mengaku mujahidin itu kan selalu mengaku pro Palestina; kok malah meningkatkan intensitas serangan bom kepada warga Suriah ketika Gaza sedang diserang Israel?
Buat yang intens ngikutin perang Suriah sejak 2011, ga aneh. ISIS aja pernah minta maaf ke Israel karena salah ngebom; bomnya nyasar ke Israel.
KEPENTINGAN para teroris Suriah SAMA dengan kepentingan ISRAEL, yaitu mereka sama-sama ingin Assad terguling.
6. Kenapa kok Israel ingin Assad terguling? Karena, pemerintah Suriah sejak zaman dulu, selalu membantu perjuangan bersenjata Palestina (bukan sebatas kasih donasi ala2 negara Arab-Teluk). Kinipun, supaya Asad ga bisa bantu Palestina, mereka bikin sibuk Suriah dengan aksi-aksi bom para teroris berkedok jihad.
7. Pejuang Palestina pernah membuat KESALAHAN FATAL yaitu: ikut dalam proyek pengguilingan Assad. Pimpinan HAMAS, Ismail Haniyah dan Khaled Mash’al pernah ikut mengibarkan bendera FSA. Lalu, mereka mengungsi ke Qatar sampai sekarang. [Lihat no. 3 Qatar bohir proyek penggulingan Assad.]
8. TAPI.. namanya politik itu DINAMIS ya. Kalian juga lihat di Indonesia gimana, pas pilpres berantem, eh kemudian rivalnya diangkat jadi menteri.
Nah, sama, orang-orang Arab pun demikian. Hamas pun kan terdiri dari faksi-faksi. Ada faksi yang ga setuju sama keputusan Haniyeh & Mash’al yang SALAH itu, misalnya Yahya Sinwar. Apalagi, gara-gara itu, Iran menghentikan dukungannya ke Hamas, padahal, yang bener-benar konsisten dukung Hamas ya cuma Iran (ini diakui oleh Sinwar, cek videonya di komen). Hamas pun berenti ikut-ikutan ngurusin Suriah.
9. Tahun 2017, terjadi pergeseran politik besar di Hamas, mereka TIDAK LAGI MENYEBUT IKHWANUL MUSLIMIN dalam Piagam Hamas 2017 (beda dengan piagam awal tahun 1987); artinya, mereka tidak lagi mengaku berideologi IM. Hamas juga memperbaiki hubungan dengan Iran. [di komen saya kasih link ke Piagam Hamas 2017 ini].
10. Tahun 2021, Ismail Haniyeh datang ke Tehran, hadir dalam pemakaman Jend Qassem Soleimani yang dibunuh oleh AS. Haniyeh menyebut Soleimani “syahid Al Quds” ini pengakuan atas besarnya peran Soleimani (Iran) bagi perjuangan di Palestina.
11. Tahun 2022, Yahya Sinwar berpidato:
-Iranlah yang membantu Hamas, baik dana maupun teknologi
– Hamas akan memperkuat hubungan dengan pejuang muqawwamah lain (yang sama-sama melawan AS dan Israel), yaitu Hez Lebanon, Irak, Yaman, dan akan memperbaiki hubungan dengan Assad-Suriah. (video ada di komen)
12. INTINYA: perjuangan di Palestina adalah perjuangan kemerdekaan; pemerintah Indonesia pun secara RESMI menyebut Palestina belum merdeka. Perjuangan kemerdekaan BUKAN terorisme.
Sebaliknya, “mujahidin” di Suriah masuk kategori teroris karena mereka mau menggulingkan PEMERINTAHAN yang SAH dengan cara-cara teror. Suriah itu negara merdeka, demokratis, dan bukan penjajah.
Semoga paham. Kalau ada yang komen julid di status ini padahal sepertinya dia pro Palestina- kalian kini bisa paham ya, itu orang afiliasinya kemana.
13. Tapi apapun itu, yang penting, semua orang, apapun agama, ras, atau alirannya, mari sama-sama bantu bangsa PALESTINA sampai merdeka. Bantu mereka MELAWAN ISRAEL, si paling teroris, the REAL TERRORIST.
Foto;
– kiri: bendera “jihadis” FSA Suriah [alias teroris]
– kanan: bendera Palestina
—
[1] Jika ingin referensi dan bukti dari apa yang saya tulis di status di atas, baca buku saya Prahara Suriah dan Salju di Aleppo, gratis download di http://ic-mes.org/e-book
[2] video Yahya Sinwar, silakan cek di X: https://twitter.com/i/status/1737324996777902457
[3] Piagam Hamas 2017 saya upload di sini : https://dinasulaeman.wordpress.com/…/speak-from-the…/
Atau, cari sendiri, googling: “Document Hamas 2017 PDF”
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.