Sejak awal operasi pembantaian Zionis di Gaza, sy sdh membuat tweet “hati2 dg hoax” krn sy sjk 2012 sdh menulis soal Suriah dmn amat sangat banyak hoaks yg sengaja diproduksi (utk memfitnah pemerintah Suriah, supaya “jihadis” seluruh dunia mau dtg ke Suriah). Jd saya langsung ngeh dg “pola”-nya sejak awal, pasti Israel tebar hoaks, meski di hari2 awal belum ada bukti.

Perang Suriah adalah perang antara Suriah VERSUS AS+Israel+negara2 monarki Teluk+ Turki (mrk memperalat “jihadis”).

Kali ini, aktor utamanya sama: AS+ Israel. Yang jd target fitnah adalah bangsa Palestina. Media2 utama pemfitnah juga sama: media2 proZionis (BBC, CNN, dll). Bedanya, utk Suriah, Aljazeera (Qatar) jg jd media utama pemfitnah, tp kini Aljazeera terlihat berpihak pd Palestina.

Nah, akhirnya, banyak sekali info yg terbukti hoaks kan (40 bayi dipenggal, pembantaian di festival music, dll.. terbukti bukan pejuang Palestina yg melakukan). [1]

Tapi hoaks terus diproduksi media2 Zionis dan disebar masif oleh buzzer2nya, baik yg berbayar maupun zion2 lokal Indonesia yg gratisan. Akun2 kedubes Israel juga ikut menyebar hoaks.

Kini. JERUSALEM POST, terpaksa menarik artikelnya yg menebar hoaks, bhw “mayat bayi Gaza adalah boneka”. Pdhl, betul2 mayat (💔).

Yang perlu diingat: Israel (& diizinkan AS) memulai pembantaian di Gaza dg alasan HOAX (bhw Hamas membantai bayi,dll). Artinya, sama spt kasus Suriah: amat-sangat banyak orang dibunuh gara2 hoaks.

Kita, warga sipil, WAJIB hati2 dg hoax, krn terbukti bisa menyebabkan malapetaka besar. Indonesia jg bs hancur kalo membiarkan hoaks tersebar untuk mengadu domba demi politik kekuasaan.

[1] Tentang hoaks2 7 Oktober, bisa baca tulisan saya: https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/posts/pfbid0GtTEiP9mafmz7583niw4ycxcBNV6YPkkUyzTKVe1MB48LrH4QqUKnw8LKVJRzEVwl

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh