Akhir Oktober & awal November, ada survei yang dilakukan terhadap orang-orang Israel, hasilnya, antara lain:

-Hanya 10% orang Yahudi-Israel yang mendukung jeda pertempuran untuk pertukaran sandera.

-Sebanyak 44,3% orang Yahudi-Israel ingin agar rezim segera bernegosiasi untuk pembebasan sandera, tanpa menghentikan pertempuran.

-Ada 26,6% orang Yahudi-Israel yang mengatakan bahwa Israel sama sekali tidak boleh bernegosiasi dengan Hamas untuk pembebasan sandera Israel.

-Ada 57,5% orang Yahudi-Israel yang memandang bahwa IDF terlalu sedikit menggunakan senjata di Gaza (artinya: harusnya IDF menyerang dengan lebih masif lagi)

-Ada 36,6% yang mengatakan bahwa penggunaan senjata IDF sudah sesuai.

ARTINYA: mayoritas mereka SETUJU PADA GENOSIDA terhadap warga Palestina

Tak heran, dalam masyarakat yang haus darah seperti ini, pemenang pemilu adalah orang-orang ekstrim yang dengan berdarah dingin melakukan genosida dan pembersihan etnis di Palestina.

Mereka adalah masyarakat yang (mayoritasnya) sudah kehilangan moralitas. Kemungkinan besar, tentu karena dikepung dengan berita dusta. Mereka berbohong –tapi yakin/percaya pada dusta yang mereka buat sendiri– bahwa sedang “membela diri” dari “serangan teroris” dan tidak menyadari realitas bahwa mereka sedang menduduki/menjajah dan melakukan KEJAHATAN kepada bangsa Palestina.

Istilah di Islam: “summum bukmum umyum fahum layarjiun” — tuli, bisu, dan buta, sehingga mereka tidak dapat kembali [ke jalan yang benar].

Tentu, ini tidak ada hubungannya dengan ajaran Yahudi yang “asli”. Mereka [Yahudi-Israel yang mendukung genosida] itu adalah orang yang terdoktrin Zionisme yang menyalahgunakan ayat-ayat demi kepentingan uang & kekuasaan.

sumber : https://time.com/6333781/israel-hamas-poll-palestine/

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh