Two State Solution vs One State Solution

PBB menawarkan “two state solution” atau “dua negara yang hidup berdampingan dengan damai.” Solusi ini tidak bisa terwujud sampai sekarang karena rezim Zionis yang terus-menerus melakukan segala jenis kejahatan terhadap warga Palestina. Israel menduduki Tepi Barat dan memblokade Gaza. Selama rezim Zionis masih ada, solusi ini tidak akan terwujud, karena rezim ini memang tidak mau ada negara Palestina merdeka.
Nah, sebenarnya ada solusi lain, yaitu SOLUSI SATU NEGARA, tapi BUKAN versi Israel. Israel juga menginginkan satu negara, tapi SEMUA jadi milik Israel, orang-orang Palestina diusir keluar dari tanah Palestina.
Ada SOLUSI SATU NEGARA versi lain (didukung oleh banyak pemikir Israel-pro Palestina, orang Palestina, maupun beberapa negara yang konsisten dukung Palestina, antara lain Iran).
Apa itu? Di tanah Palestina, ada SATU NEGARA, dengan pemerintahan baru yang dibentuk melalui referendum yang melibatkan seluruh orang Palestina (baik yang ada di dalam maupun para pengungsi). Pemerintah baru inilah yang nanti akan memutuskan pengaturan selanjutnya. Sangat mungkin mereka membiarkan orang-orang Yahudi (bukan Zionis) untuk tetap bertahan di Palestina dengan sejumlah aturan. Misalnya: melaksanakan Resolusi PBB no 194/1948 yang menyatakan bahwa semua orang Palestina yang terusir, berhak untuk kembali ke tanahnya -yang diduduki Israel- atau dikasih ganti rugi. Jadi, orang-orang Yahudi tetap di tempatnya, tapi memberikan ganti rugi.
Kondisi ini mirip seperti di Afrika Selatan tahun 1990-an. Awalnya kan Afsel dikuasai Rezim Apartheid yang sangat keji terhadap warga kulit hitam (pribumi). Lalu, dengan bantuan boikot seluruh dunia, akhirnya Rezim Apartheid Afsel runtuh, dibentuk pemerintahan baru yang menegakkan hak-hak kaum pribumi. Orang-orang kulit putihnya diizinkan tetap tinggal di Afsel dan mereka kini hidup berdampingan.
Mungkin ada yang berkata: mana mau orang Palestina membiarkan orang-orang Yahudi tetap tinggal di sana? Atau, mana mau orang Yahudi hidup bersama dengan Arab-Palestina? Atau ada tuduhan: kaum Muslim Palestina (dan orang-orang yang membela Palestina) ingin “membuang Yahudi ke laut” atau “mengusir semua orang Israel keluar dari tanah Palestina.”
Jawabannya: dulu, sebelum ada proyek Zionis, umat Muslim, Kristen, dan Yahudi Palestina hidup berdampingan dengan damai di Palestina. Jika Rezim Zionis runtuh, para penjahat Zionis dihukum, dan kemungkinan orang Yahudi-Zionis pun akan kabur keluar negeri (sekarang saja sudah 1 juta yang kabur), yang tersisa adalah orang-orang Yahudi yang paham soal keadilan dan kemanusiaan sehingga “hidup berdampingan” itu bisa terwujud lagi seperti dulu.
Terakhir: ada youtuber terkenal mengundang “pakar,” yang mengatakan “Hamas ingin membunuh semua Yahudi di muka bumi”. Nah itu bohong ya. Baca dokumen resmi Hamas, sama sekali tidak ada doktrin seperti itu. Kalau mau dokumennya, saya upload di sini: https://dinasulaeman.wordpress.com/…/speak-from-the…/
Foto: SS dari video yang lenyap itu.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.