https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/890376329114958

80% wilayah Tepi Barat (tempat dimana “Presiden” Palestina, Mahmoud Abbas, berada & hanya berkuasa atas 18% wilayah) dikontrol oleh militer Zionis.

Militer Zionis melakukan segala jenis kejahatan terhadap warga Palestina di Tepi Barat, pembunuhan, pengusiran, dan penangkapan semena-mena. Tawanan yang dipertukarkan dengan sandera Hamas (di Gaza) sejak 4 hari terakhir, semuanya warga Tepi Barat.

Ada 5000 tawanan Palestina sebelum 7 Oktober, bertambah lagi sekitar 3000 setelah 7 Oktober. Mayoritas ditahan secara “administratif” (penahanan tanpa dakwaan atau pengadilan yang dapat diperpanjang oleh rezim Zionis tanpa batas waktu).

Berdasarkan hukum internasional, “penahanan administratif” seharusnya hanya dilakukan dalam keadaan luar biasa. Namun, Israel semena-mena saja melakukan itu.

Jika pun diadili, warga Palestina di Tepi Barat dihadapkan pada pengadilan militer Israel. 99 persen hasil pengadilan adalah dakwaan bersalah dan hukuman penjara. Warga sering kali tidak mendapat bantuan penasihat hukum dan dihadapkan pada hambatan bahasa dan kesalahan penerjemahan yang merugikan mereka di pengadilan.

Mereka sering didakwa atas tuduhan yang tidak masuk akal. Misalnya, Zeina, anak usia 16 tahun, dipenjara hanya karena memposting bendera Palestina di medsosnya.

Kondisi penjara-penjara Zionis sangat-sangat buruk, dan hal ini sudah dilaporkan berbagai lembaga kemanusiaan, sejak puluhan tahun yll.

Pejuang Palestina memutuskan untuk menyandera warga Israel sebagai cara untuk membebaskan saudara-saudara mereka. Tapi, mereka memperlakukan sandera warga sipil itu dengan baik. Para sandera yang dibebaskan (ditukar dengan tawanan Palestina) terlihat penuh senyum. Sepertinya, selama 50 hari terakhir mereka menjalin pertemanan dengan para pejuang Palestina itu.

Kejadian ini memberikan harapan bahwa jika rezim Zionis runtuh & orang-orang Zionis angkat kaki dari Palestina; bisa dibentuk pemerintahan bersama, meliputi Muslim, Yahudi, Kristen yang sama-sama menghormati kemanusiaan.

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh