https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/721781353165552

Pertama, catet: yang melakukan penyanderaan ini adalah militer negara, bukan “milisi Houthi.” Pemerintah Yaman de facto adalah koalisi “National Salvation Government” (NSG) yang terdiri dari berbagai faksi, Houthi adalah salah satunya. Mereka mengontrol 70% wilayah-berpenduduk di Yaman, sementara sisanya dikuasai koalisi bentukan AS-Saudi.

Militer Yaman juga bukan “proxy” (boneka) Iran; mereka bergerak sendiri, dengan persenjataannya sendiri. Tuduhan suplai senjata dari Iran untuk Yaman belum pernah terbukti. Yaman diblokade sejak 2015, sekaligus dibombardir masif, oleh Saudi dan Uni Emirat Arab.

Perjuangan Yaman melawan bombardir Saudi & UAE pada dasarnya melawan AS & Israel, karena motif utama serangan Saudi&UAE adalah menjaga kepentingan AS&Israel di kawasan. Karena itu, slogan perjuangan Yaman adalah : kematian bagi AS, Israel, Yahudi [Zionis], dan “pertolongan milik Allah” (al nashru lillah).

Sedemikian dahsyatnya kerusakan & bencana kemanusiaan yang diakibatkan oleh pengeboman Saudi&UAE, PBB menyebut Yaman sebagai “krisis kemanusiaan terburuk.” Data tahun 2023: 21,6 juta orang (80%) kekurangan pangan.

Namun, dalam keadaan sesulit itu (dan tidak banyak yang peduli), Yaman menyatakan akan menyerang Israel sampai Israel menghentikan serangannya kepada Palestina.

Kemarin (20 Nov), militer Yaman menyandera kapal milik pengusaha Israel. Jendral Yahya Saree, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, mengumumkan Yaman akan menargetkan semua kapal yang dimiliki orang Israel, atau dioperasikan oleh perusahaan Israel, atau membawa bendera Israel.

Ancaman ini akan menimbulkan konsekuensi besar karena distribusi barang dari dan ke Israel akan terhambat; Kapal-kapal akan mikir-mikir lagi untuk bawa barang Israel; atau minta uang jauh lebih besar untuk menempuh jalur lain menghindari Laut Merah; ekonomi di Israel akan terguncang.

Israeli segera mengecam keras penyanderaan kapal itu, tapi di saat yang sama menyatakan itu bukan kapal Israel & tidak ada orang Israel di dalamnya. [Komen, lha trus kenapa marah? Tapi Israel memang negara yang terlalu sering berbohong].

Data menunjukkan bahwa pemilik kapal adalah Ray Car Carriers, didirikan Abraham “Rami” Ungar, pendiri Ray Shipping Ltd, salah satu orang terkaya di Israel dan sahabat dekat direktur Mossad, Yossi Cohen.

AS juga ikut ngamuk, “ini pelanggaran hukum internasional!” Hezam Al-Asad, seorang anggota Biro Politik Ansarallah, menjawab, “Hukum internasional sudah dibunuh di Rumah Sakit Al-Shifa, jenazahnya berserakan di Rumah Sakit Al-Rantisi dan dikuburkan di bawah reruntuhan Rumah Sakit Al-Maamadani (RS Baptist)!”

Video: rekaman aksi penyanderaan kapal Galaxy Leader oleh militer Yaman.

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh