
Ketika penjajah mencitrakan diri sebagai “korban” dan berkata “saya berhak membela diri,” coba dipikirkan, bagaimana jika dulu tentara Belanda saat membantai warga sipil Indonesia berkata yang sama “Kami berhak dong membela diri, ini salah sendiri kalian ekstremis-ekstremis menyerang kami!” ? Apakah kita bisa terima logika falasi seperti ini?
***
Jika Anda tidak berhati-hati, media massa akan membuat Anda membenci orang-orang yang tertindas, dan mencintai orang-orang yang melakukan penindasan.”
-Malcolm X
***
Video: ketika kata Isra*l menjadi verb (kata kerja) yang bermakna : merampas dengan bawa-bawa nama Tuhan
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.