[copas dari Twitter saya: https://twitter.com/dina_sulaeman/status/1709905455047450818 ]

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/3450799785184385

1/ Konon, ada gadis Iran dipukuli “polisi moral”. Media di Iran sudah mewawancarai saksi mata, tapi media2 di Indonesia cuma modal copas-terjemah, tanpa sadar tanggung jawab soal verifikasi atau cover both side.

2/Kebetulan sy sdg nonton bulutangkis Asian Games, iNews entah brp puluh kali mengulang2 text : tak berhijab, seorang gadis dipukuli polisi moral Iran hingga koma.

Apakah krn kejadiannya di luar negeri, media2 di Indo tdk merasa ada tanggung jawab jurnalistik? [foto, cek di komen]

3/ Mari kita cek, sumber apa yg dipakai Republika dan Kompas?Ternyata persis spt sumber yg dipakai media2 luar. Berita soal ini memang masif, dan sumbernya sama: Hengaw, organisasi HAM. [foto, cek di komen]

4/ Mari kita cek, Hengaw ini organisasi HAM apa? Di webnya tertulis, mrk aktivis Kurdi, dan sumber2 mrk anonim; web itu mencantumkan nomer rekening donasi, bank di Norwegia.

Dari isi webnya kita bs lihat bhw mrk ini aktivis SEPARATIS Kurdi, antipemerintah Iran. [foto, cek di komen]

5/ Sudah sjk 2012 sy mengkritik pemberitaan media2 Indonesia soal Suriah, yg sangat salah. Mrk telah b”kontribusi pd maraknya radikalisme. Berita2 hoax “rezim Suriah mbantai rakyatnya” seiring dg narasi2 klompok2 “jihad” (ISIS, Alqaida, IM) yg angkat senjata mlawan di Suriah.

6/ Krn yg mmberitakn media2 besar, publik cenderung percaya sj.

Makanya bnyk yg terprovokasi & gabung dg teroris; atau,berdonasi utk Suriah, pdhl masuknya ke jaringan “jihadis”.

Pola penulisan berita media2 Indo soal Timur Tengah sering sama: copas terjemah, tanpa verifikasi.

7/ Saya harap, media2 Indo jgn membeo saja pada media luar. Kalian ingat2 lah pelajaran dasar jurnalisme, soal verifikasi data.

Isu Timteng sangat rentan dimanfaatkan oleh kelompok2 radikal utk menebar kebencian antarumat, demi rekrutmen anggota dan galang donasi.

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh