
Pagi ini, di list trending akun X (twitter) saya, yang muncul: #MetaCensorsPalestine. Inti isunya: Aljazeera melakukan investigasi dan mengungkap peran Israel dalam memerangi konten Palestina di platform Meta (Facebook). https://twitter.com/i/status/1700544501406724210
Di X-land beberapa hari ini juga rame dibahas tentang keluhan Elon Musk yang dituduh anti-Semit (anti-Yahudi) oleh ADL (Anti Defamation League). Ini adalah sebuah NGO Yahudi-Zionis berbasis di AS yang aktivitasnya “melawan antisemitisme”. Konon gara-gara lobby ADL, perusahaan-perusahaan yang pasang iklan di X menurun drastis.
Pasalnya, Musk menolak untuk men-take-down akun-akun X yang menurut ADL “antisemit.”
[yang dituduh antisemit oleh ADL sebenarnya adalah tulisan-tulisan antipenjajahan & antiapartheid yang dilakukan Israel terhadap Palestina; melawan penjajah jelas beda dengan “anti-agama-Yahudi”]
Beda dengan X, Meta (Facebook) sih nurut-nurut aja. Banyak sekali akun pro-Palestina yang diblokir, atau di-shadow banning (akun tetap ada, tapi persebarannya dibatasi).
Akun saya sejak beberapa bulan terakhir juga korban dari shadow banning ini. Terasa sekali, dengan follower 73ribu, postingan saya cuma disebar ke segelintir orang saja.
Saya cuma bisa usaha dengan posting ulang tulisan saya di medsos lain, terutama di X (twitter).
Selain itu… ya sudah, melakukan pekerjaan wajib saja. Di medsos ini kan “bakti sosial” aja, karena tidak saya monetize.
—
Foto: slide bahan kuliah saya (Hubungan Internasional di Timur Tengah dan Afrika-utara) pagi ini.