https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1642428266239991

Video ini tahun 2016, tapi masih sangat relevan dengan apa yang masih terus terjadi hari ini. AS masih terus bercokol di Suriah. Salah satu pangkalan militer AS berada di ladang minyak Conoco dan AS secara terang-terangan mencuri minyak dari sana. Di saat yang sama, teroris-teroris di Suriah masih terus melakukan aksi-aksi terornya. Tanggal 11 Agustus yll, ISIS menyerang 1 bus militer Suriah, menewaskan 33 tentara. Aneh sekali, mengapa ISIS selalu saja menyerang musuhnya AS dan baik-baik saja pada AS yang konon datang ke Suriah untuk melawan ISIS?

Kementerian Luar Negeri Suriah sudah menjawab pertanyaan ini dengan mengatakan bahwa serangan teror tersebut bisa terjadi karena adanya dukungan dari AS; AS menggunakan organisasi-organisasi teroris untuk mencapai kepentingannya di Suriah, yaitu untuk memperlama masa pendudukannya atas Suriah dan terus mengacaukan keamanan dan stabilitas seluruh wilayah.

Orang di video ini bernama Michael (Mike) Morrell. Dia mantan orang no.2 di CIA era Obama (2010-2013), masa-masa awal dimulainya proyek penggulingan pemerintahan Assad. Menurut The Intercept, setiap hari Presiden AS akan mendapat pengarahan (briefing) dari CIA, dan isu terpenting di era tesebut adalah soal Suriah; dan salah satu tokoh kunci yang memberikan pengarahan itu adalah Mike Morell.

Pada tahun 2013, Mike Morell mengakui bahwa yang angkat senjata melawan pemerintah Suriah adalah AL QAIDA.

Perhatikan kata yang saya bikin dengan huruf besar, ini kalimat dari Morrell: “Dua kelompok yang dalam beberapa hal berafiliasi dengan al Qaeda – al-Nusra dan kemudian Ahrar ash-Sham – adalah dua organisasi paling efektif di medan perang. Dan karena mereka sangat pandai memerangi ORANG-ORANG SURIAH, beberapa anggota oposisi yang moderat bergabung dengan mereka untuk memerangi ORANG-ORANG SURIAH.” [1]

Jadi, posisinya jelas: kelompok-kelompok teroris ini [termasuk yang “moderat”; tapi kalau moderat gabung dengan teroris kan sama saja dengan teroris?], diposisikan sebagai pihak luar VERSUS orang Suriah. Mereka memerangi orang-orang Suriah.

Dan memang, kenyataannya, sebagian besar anggota kelompok-kelompok teror itu adalah orang-orang non-Suriah (termasuk orang-orang Indonesia yang tertipu dan mengira sedang “berjihad”).

Video ini direkam tahun 2016, ketika situasi sudah berubah. Milisi teror dengan berbagai nama itu pada 2014 sudah menguasai sekitar 80% wilayah Suriah. Tahun 2015, daerah mereka satu demi satu diambil alih lagi oleh militer Suriah (dibantu Rusia dan Iran). Tahun 2016, front teroris semakin melemah (ingat, pembebasan Aleppo timur terjadi Desember 2016 – baca buku saya Salju di Aleppo, google aja PDF-nya ada gratis).

Itulah sebabnya, di video ini, Morrell memberi saran brutal kepada pemerintahan Obama untuk membunuhi orang-orang Rusia dan Iran di Suriah.

Aneh, katanya AS datang ke Suriah untuk melawan ISIS? Bukankah AS sejak 2011 mengaku berperang melawan terorisme Al Qaida? Lalu mengapa Rusia dan Iran yang justru sedang benar-benar melawan ISIS dan Al Qaida harus dimusnahkan? Mengapa sebelum Rusia dan Iran datang, padahal AS sudah bercokol di Suriah, kelompok-kelompok teror itu tidak bisa dikalahkan dan bahkan semakin kuat?

Jawabannya sih, kita semua (yang paham geopolitik) udah tahu.

[1]https://www.cbsnews.com/…/the-briefer-ex-cia-no-2-on…/

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh