[hari ke 11 skip]

Afrika dan Neokolonialisme

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/253215250934626

Di video ini, ada potongan pidato Presiden (interim) Burkina Faso, Ibrahim Traore. Videonya viral di medsos, singkat-singkat, saya tambahin beberapa kalimat (dari teks video utuhnya) untuk menambah info.

PIdato revolusioner ini disampaikannya dalam KTT Rusia-Afrika kedua, yang diadakan di St. Petersburg dari tanggal 27 hingga 28 Juli. KTT ini dihadiri oleh delegasi dari 49 negara Afrika, ada 17 kepala negara yang hadir langsung, di antaranya Traore sendiri.

Banyak yang menilai bahwa KTT tersebut menjadi salah satu indikasi penting bahwa Afrika mulai bangkit bergerak ke arah multipolaritas, mereka mulai berani melawan hegemoni dan dominasi Barat yang brutal dan eksploitatif.

Dalam pidatonya, Traore berkata [ini saya ambil bagian dari full-text, tidak semua ada di video]:

**

Pertanyaan yang diajukan generasi saya adalah sebagai berikut. …kami tidak mengerti bagaimana Afrika, dengan begitu banyak kekayaan di tanah kami, dengan alam yang murah hati, air, sinar matahari yang melimpah—bagaimana Afrika saat ini menjadi benua termiskin? [mengapa] Afrika menjadi benua yang kelaparan. Dan mengapa ada kepala negara [Afrika] yang berkeliling ke seluruh dunia untuk mengemis? Ini adalah pertanyaan yang kami tanyakan pada diri kami sendiri, dan kami belum memiliki jawaban sejauh ini.

Generasi saya juga meminta saya untuk mengatakan, bahwa akibat kemiskinan ini, mereka terpaksa menyeberangi lautan untuk mencoba mencapai Eropa. Mereka mati di lautan. Tapi dalam waktu segera, mereka tidak perlu lagi menyeberang, karena mereka akan datang ke istana kami untuk mendapatkan makanan.

Khusus menyangkut Burkina Faso, selama lebih dari delapan tahun kami telah berjuang melawan bentuk neo-kolonialisme imperialis yang paling biadab dan paling kejam. Perbudakan terus dipaksakan pada kami.

Nenek moyang kami mengajari kami satu hal: seorang budak yang tidak dapat melakukan pemberontakannya sendiri tidak pantas untuk dikasihani. Kami tidak mengasihani diri sendiri, kami tidak meminta siapa pun untuk mengasihani kami. Rakyat Burkina Faso telah memutuskan untuk melawan, melawan terorisme, untuk meluncurkan kembali pembangunan mereka.

Kemarin, Presiden Vladimir Putin mengumumkan bahwa dia akan mengirim bahan pangan ke Afrika. Kami sangat senang. Kami berterima kasih padanya untuk itu. Tapi itu juga berpesan untuk semua kepala negara Afrika. Karena pada forum selanjutnya, kita tidak bisa datang ke sini tanpa memastikan, …bahwa rakyat kita berswasembada pangan.

Kita perlu mengambil pengalaman dari mereka yang telah mencapai [swasembada pangan] ini di Afrika, membangun hubungan baik [antara sesama Afrika] di sini dan membangun hubungan yang lebih baik dengan Federasi Rusia sehingga kami dapat memenuhi kebutuhan rakyat kami.

**

Dan yang menarik, pernyataan terakhir Traore “tanah air atau mati” sangat mirip dengan slogan bangsa Indonesia dulu saat melawan penjajahan: “merdeka atau mati.” Bangsa-bangsa Arfika (juga Indonesia) memang sudah merdeka dari kolonialisme klasik (penjajahan fisik), tapi kita saat ini berada di era neokolonialisme, era di mana kekuatan-kekuatan eks-kolonial masih terus berupaya melanjutkan penjajahannya, tapi berada di balik kedok “utang,” “hibah,” “bantuan,” “perjanjian/kerja sama internasional,” “demokrasi [versi liberal tentunya; karena demokrasi ada banyak versi, tapi yang dipaksakan kepada negara-negara eks-kolonial adalah versi liberal-Barat], “HAM” [versi Barat], dll.

Sekedar info: Burkina Faso, Mali, Niger, adalah 3 negara di Afrika yang baru-baru ini berani mengusir Prancis. Meski sudah merdeka dari Prancis, 3 negara ini masih didominasi oleh Prancis secara politik, ekonomi, budaya. Kini mereka sedang bangkit untuk melawan.

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh