Saya menulis, tapi untuk dimuat di media. Jadi tunggu dimuat dulu baru di-share di sini.

–ini paragraf awalnya–

“Pilihan untuk Melawan”

Bulan Mei tahun 2023, saya diundang untuk hadir dalam konferensi ke-11 “the Global Gathering in Support of the Choice of Resistance” (Pertemuan Global untuk Mendukung Pilihan Perlawanan).

Ada frasa yang unik di sini, yaitu “pilihan perlawanan.” Mengapa harus dipilih (memilih)?

Saya berdiskusi dengan salah satu founder gerakan ini, Dr. Tim Anderson, akademisi dari Australia yang selama ini sangat konsisten melakukan perlawanan intelektual (melalui tulisan) terhadap kolonialisme-modern yang dilakukan Barat.

Ia mengatakan, “pilihan” atau “hak untuk memilih” adalah terminologi yang sering disampaikan oleh para pemikir dan politisi liberal Barat. Namun, ketika terkait dengan isu Palestina, misalnya, para pemikir atau aktivis liberal mengingkari hak untuk memilih itu. Sebagian dari mereka menyatakan mendukung Palestina, tetapi berkata, “jangan gunakan kekerasan,” atau “lakukan negosiasi damai” saja. Ketika ada sebagian faksi di Palestina memilih untuk melakukan perjuangan bersenjata melawan kolonialisme Israel, mereka dengan segera -bersama Israel- menyebut perjuangan itu sebagai “terorisme.”

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh