Setelah melewati sedikit drama (baca bagian 1), akhirnya saya sampai juga di Damaskus. Seorang warga Rusia, peserta konferensi The Global Gathering in Support of the Choice of Resistance ke-11, mengantarkan saya sampai tepat di depan pintu KBRI di Damaskus.

Perjalanan Beirut-Damaskus memakan waktu sekitar 3 jam. Sepanjang jalan, dia hanya bicara dengan sopirnya, sedikit sekali bicara dengan saya. Tapi saya berhasil nanya sedikit, ternyata dia doktor di bidang ekonomi dan sudah berkali-kali datang ke Suriah bersama delegasi pemerintah Rusia.

Singkat cerita, saya masuk ke dalam bangunan KBRI dan diterima ramah oleh para staf kedutaan. Pak Dubes Wajid Fauzi kemudian menerima saya di kantornya. Beliau ini masyaAllah baik banget, sangat intelek, dan visioner. Sebentar lagi, insyaAllah jadi doktor dari UI.

Kami berdiskusi banyak hal, dan tak terasa lama, juga saya menyita waktu beliau. Lalu, saya menghadiahkan buku saya, Salju di Aleppo versi Bahasa Inggris (ini dummy-nya, entah kapan akan diterbitkan, rencananya mau ditaruh di GooglePlay aja).

Ibu Dubes (ibu Radyanti) juga mampir ke KBRI dan berbincang sebentar . Bapak & Ibu Dubes menawari saya untuk menginap di Wisma Duta, tentu saya saya terima dengan sangat senang hati.

Pagi pertama saya di Damaskus diisi dengan berjalan-jalan keliling halaman Wisma Duta yang luas banget dan ditanami banyak jenis bunga dan buah-buahan. Rupanya Bu Radyanti senang berkebun. Dengan sangat ramah, beliau memperkenalkan satu persatu tanaman yang ada. Pak Dubes juga sempat gabung sebentar sebelum berangkat ke kantor.

Kebaikan tuan & nyonya rumah, bunga-bunga, cahaya pagi yang cerah, sungguh menghangatkan hati saya. Terima kasih banyak ya Pak Dubes & Ibu Radyanti ❤

Oya, ada bunga mawar yang khas Suriah, wangii banget, namanya Damascene Rose. Di halaman wisma Duta ada banyak mawar, saya cium satu-satu, ada yang mawar biasa, ada yang Damascene Rose, baunya beda. Tapi saya belum bisa membedakan kedua jenis mawar ini tanpa mencium baunya.

Beberapa waktu sebelum saya datang (akhir Mei) ibu negara Suriah, Asma Al Assad, rupanya mengadakan acara petik bunga mawar Damaskus ini. Ibu-ibu istri diplomat Indonesia juga diundang ke acara ini. Wah, beruntungnya 🙂

Program saya hari itu ada beberapa, antara lain, berkunjung ke mahasiswa NU di Damaskus. Awalnya saya berencana mampir sebentar saja. Ternyata masyaAllah, seru banget, ngobrolnya ga habis-habis, dipenuhi gelak tawa. Nanti saya ceritakan di bagian selanjutnya.

Foto-foto dan berita tentang acara petik bunga Damascene Rose bisa cek di sini: https://sana.sy/en/?p=309419 Ternyata mawar Damaskus ini sudah masuk “Daftar Warisan Budaya Nonbenda UNESCO” pada tahun 2019.

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh