Maaf saya lama banget melanjutkan tulisan. Bulan Juni (dan Desember) memang bulan paling sibuk sedunia (buat saya) karena kerjaan memeriksa ujian mahasiswa dan upload nilai; juga menggawangi penerbitan Jurnal ICMES: The Journal of Middle East Studies, dimana saya jadi chief editornya.

Cerita bagian 3 ini singkat saja. Setelah dari Mleeta, kami diajak ke tembok yang dibangun Israel untuk “melindungi” wilayah pendudukannya di kota Metula.

Saat saya tiba di sana, saya tanya kepada Laith Marouf (aktivis pro-Palestina, penulis), “Kita ada dimana?”

Laith mengeluarkan hapenya, lalu memperlihatkan peta di lokasi mana kami berdiri. Lihat di foto hape, tembok Israel membentang memisahkan Metula [dianggap sebagai bagian dari Israel] dengan Kfar Kila [bagian dari Lebanon].

Kalau dilihat dari sejarahnya, desa Metula dulu ditinggali oleh orang-orang Arab Druze. Tahun 1800-an, seiring dengan dimulainya proyek “real estate” kaum Zionis yang ingin mendirikan negara khusus Yahudi di Palestina [dengan dalil ayat kitab suci mereka -yang ditafsirkan sepihak & sebagian Rabi Yahudi tidak setuju atas tafsir itu], dimulailah imigrasi Yahudi ke desa tersebut.

Pemukiman Yahudi di Metula didirikan pada Juni 1896 oleh sekitar 80 keluarga imigran Yahudi asal Rusia. Awalnya mereka beli sebagian tanah di Metula, tapi kemudian dikuasai semuanya.

Dan memang beginilah proyek berdirinya Israel dimulai. Mereka mengawali dengan beli tanah, bikin “real estate” khusus Yahudi (proyek ini didanai oleh bohir-bohir Zionis Eropa, antara lain Rothscild).

Lalu, setelah posisi mereka semakin kuat secara politik dan persenjataan (dibacking oleh kekuatan imperialis saat itu, Inggris dan Prancis), mereka kuasai semuanya.

Ibaratnya begini: di sebuah provinsi, ada beberapa kompleks perumahan Zionis. Awalnya mereka memang beli tanah dan membangun perumahan. Tapi setelah mereka kuat, punya backing politik dan militer dari penguasa negara; itu satu provinsi mereka duduki semua. Padahal, sangat banyak warga yang sudah lebih dulu di sana dan tidak menjual tanahnya; tapi semua diusir oleh mereka. Dengan modal cuma beberapa hektar, kuasai satu provinsi.

Foto: saya di dekat tembok Israel, di wilayah Kfar Kila Lebanon, di balik tembok itu adalah wilayah Metula [saat ini diklaim sebagai bagian Israel], bersama saya ada Laith Marouf (Kanada) dan Dr. Tim Anderson (Australia), juga delegasi perempuan dari AS, Serbia, dan Lebanon.

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh