https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1608010149574297

Di era ini, senjata mereka adalah handphone dan media sosial. Mereka merekam apapun yang mereka alami, lalu menguploadnya di media sosial. Pembungkaman oleh Big Tech tentu saja terjadi, sangat banyak akun-akun aktivis Palestina yang diblokir. Bahkan ada aktivis-aktivis medsos yang ditahan tentara Israel.

Tapi mereka terus bertahan.

Hasilnya? Tahun lalu, terjadi demo besar-besaran mendukung Palestina di negara-negara Barat. Yang ikut demo bahkan juga para pemuda Yahudi yang paham apa yang terjadi di Israel. Mereka paham, bahwa sedang terjadi kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Zionis dengan menunggangi ajaran Yahudi. Karena itulah, banyak juga Rabi-Rabi Yahudi yang bersuara, menolak Zionisme.

Demo besar-besaran pro Palestina tahun lalu bahkan berlangsung di Lincoln Memorial, AS. Mereka berkumpul menyerukan agar AS menghentikan dukungan pada Israel, menghentikan dana hibah rutin tahunan yang diberikan pada Israel.

Memang hasilnya belum terlihat riil, kondisi riil seolah masih sama. Rezim AS masih memberikan dukungan penuh pada Israel, Israel masih semaunya melakukan kejahatan kemanusiaan tanpa dihukum PBB.

Tapi, ada yang berubah, yaitu gelombang kesadaran publik soal kejahatan Israel semakin menguat. Bahkan Amnesty Internasional (2022) dan Human Rights Watch (2021) akhirnya merilis laporan resmi soal kejahatan Israel. Padahal kejahatan ini sudah lebih 70 tahun berlalu, tapi lumayanlah, sekarang ada kemajuan.

Karena itu, teruslah bersuara membela Palestina. Bukan karena benci Yahudi atau “intoleran” (seperti yang selalu dituduhkan oleh para ZSM dan buzzer Israel), tapi karena melawan penjajahan adalah nilai luhur bangsa Indonesia, terekam dalam Pembukaan UUD 1945.

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh