
Mereka tahu, aparat bersenjata Israel sewaktu-waktu bisa menggila, memukuli mereka yang hadir di kompleks Al Aqsa. Kemarin bahkan Israel memuntahkan gas air mata ke tengah massa yang sedang berkerumun.
Tapi mereka bertahan, tetap mendatangi Al Aqsa dengan penuh keberanian. Mereka tidak ketakutan lalu bersembunyi di rumah saja. Kehadiran mereka di Al Aqsa adalah cara mereka melawan.
Para perempuan pemberani ini hadir dengan baju tradisional mereka. Sepertinya ini simbol untuk menunjukkan pada dunia, bahwa bangsa Palestina ada, jauh sebelum para Zionis berdatangan dari Eropa untuk merampas tanah dan rumah mereka. (Saya bicara soal kejadian abad ke-20 ya, bukan kejadian ribuan tahun yll yang selalu diklaim Israel dan para buzzernya).
Mereka juga biasa “piknik” di pelataran kompleks Al Aqsa, membawa makanan dan makan bareng keluarga.

Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.