Tidak tahu, kan masih lama (15 November), apapun bisa terjadi. Jawaban terbaru dari Kemenlu kemarin (Kamis, 21 April) dalam press briefing mingguan yang digelar secara daring:

1. Yang diberitakan Kompas:

“Kalau KTT masih lama. Ini pembahasannya masih dinamis. Kembali lagi, bukan pada saatnya saya menjawab pertanyaan itu,” ujar Duta Besar Dian Triansyah Djani. [1]

2. Yang diberitakan CNN Indonesia:

“Sebagai presidensi, tentunya, dan sesuai dengan presidensi-presidensi sebelumnya adalah untuk mengundang semua anggota G20,” kata Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Program Prioritas, Dian Triansyah Djani [2]

Jadi, ya kita tunggu saja, bagaimana cerita akhirnya.

Yang jelas, pagi ini saya baca akun twitter pro-Rusia yang happy dan memuji Indonesia, dia menulis, “Semua pimpinan negara G20 diundang ke Indonesia, termasuk Presiden Rusia -Indonesia, Ketua G20. Mantap Indonesia. Anglo-Saxons (negara-negara Barat) pasti nangis.”

Lalu para netizen Indonesia ikut komen, dengan nada bangga atas Indonesia.

Misalnya “Kami negara nonblok, ngapain juga Barat mengatur-atur kami?” atau “Kami menolak ancaman dari Barat!

Ada yang ngetweet: “Indonesia yang harus menetapkan aturan, kalau kalian tidak resepek pada G20 dan walk out, silakan ga usah datang aja sekalian”

Ada juga yang menyinggung aksi terbaru AS, mengkritik HAM di Indonesia, “Tau ga, kedubes AS sudah bawa-bawa isu HAM di Indonesia, kayaknya ada upaya Pakistan 2.0”

[semua tweet di atas bahasa Inggris ya, saya terjemahin dengan gaya bebas aja]

Yang saya tangkap (saya juga memperhatikan komen-komen di tempat lain, misalnya kolom komen berita online), publik (netizen) banyak yang sudah gerah atau bahkan muak dengan kebijakan AS yang menebarkan perang, tekanan, mengusahakan penggulingan rezim, dll kepada negara-negara lain yang tidak mau menuruti kemauannya.

Seperti dikatakan Prof Mearsheimer, dunia saat ini sudah multipolar, tapi AS masih mikirnya unipolar, masih menganggap dia penguasa dunia dan terus mendiktekan kemauannya kepada negara-negara lain di dunia.

Semoga saja pemerintah, pada saatnya nanti, bisa mengambil keputusan terbaik. Semangat nasionalisme para pemuda (minimalnya terlihat dari komen-komen itu, tapi bagus juga kalau disurvei oleh lembaga survei) adalah aset besar bagi bangsa ini.

.

.

——

[1]https://nasional.kompas.com/…/soal-rencana-kehadiran….

[2]https://www.cnnindonesia.com/…/prancis-desak-rusia-tak…

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh