https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/695128555258281

Meskipun kita yang mengikuti perang Suriah tahu persis peran Qatar, tapi ketika eks-Menlu Qatar mengaku terang-terangan seperti di video ini, menarik juga disimak.

Terbukti, Qatar memang ikut dalam agenda penggulingan presiden di negara lain, yang dipilih melalui pemilu. Alasan yang dipakai eks-Menlu ini (di video ini): karena di Suriah ada revolusi yang menginginkan penggulingan Assad. (Jadi seolah, mereka cuma membantu).

Padahal kan kejadiannya ga begitu urutannya. Sejak awal memang agenda AS dan Teluk adalah penggulingan Assad, karena faktor Israel dan pipa gas. Tahap pertama, gerakkan aksi-aksi demo “pro-demokrasi” (NED juga terlibat di sini, seperti biasa). Ketika gagal, masuklah “pasukan jihad,” narasinya pun berubah dari demokrasi ke khilafah.

Nada si eks-Menlu memang seolah cuci tangan, tapi yang jelas ada pengakuan: memang Qatar sejak awal terlibat dalam agenda penggulingan Assad.

Qatar juga melindungi seorang “ulama” yang menyerukan pembunuhan pada orang Suriah, termasuk warga sipil dan ulama (literally dia bilang “ulama”) dan beberapa hari kemudian Syekh Al Buthy saat sedang memberikan ceramah di masjid, gugur karena bom bunuh diri seorang “jihadis.”

Btw, Qatar sendiri rezim monarkhi dan sama sekali tidak demokratis.

Jadi kalau ada “tokoh” yang memuji-muji Qatar, menyebutnya nggak radikal, pendukung toleransi, bla bla bla, harap ingat-ingat rekam jejak negara ini di Suriah.

Btw, soal Bandar bin Sultan, di masa panas-panasnya perang Suriah, menurut info dari mulut ke mulut yang saya dapat, dia datang ke Indonesia, bawa uang ratusan miliar. Dan segera setelah itu, kelompok “pro-jihad Suriah” menggila, pasang spanduk “Syiah sesat/kafir” dimana-mana, di seluruh Indonesia, bikin buku, demo, tabligh akbar, dll. Tujuannya: menebar kebencian dan memicu kemarahan, dan ujungnya, menggalang milisi yang mau mati di Suriah.

Lembaga-lembaga pengepul donasi yang berafiliasi dengan “jihadis” pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengeruk rupiah, memanfaatkan isu Suriah. Bahkan Fadli Zon pun ikut menyumbang, diterima oleh Angga Dimas; nama Angga ini tercantum dalam daftar anggota Al Qaida yang dirilis PBB [1]. Angga saat ini sudah ditangkap Densus.

Never forget, never forgive.

(soalnya mereka –para pendukung “jihadis” Suriah– juga tidak maaf kan, masih saja terus menebar kebohongan).

[1]https://liputanislam.com/…/melacak-aliran-dana-untuk…/

sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=56FvWppe_5M&t=21s

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh