Yang sedang banyak dibicarakan terkait konflik AS+Ukraina versus Rusia adalah keberadaan biolab di Ukraina yang didanai AS. AS selama ini memang mendanai biolab di berbagai negara, termasuk Indonesia (NAMRU-2), tapi tahun 2009 resmi ditutup oleh Menkes saat itu, Dr. Siti Fadilah Supari (tapi sampai 2010 masih tetap beroperasi). Nah apa sebenarnya lab ini masih ada (dengan nama lain), seharusnya perlu diselidiki oleh wartawan (kalau berani). Yang jelas, tahun 2018, Antaranews memberitakan bahwa tahun 2012 ada nota kesepakatan baru antara AS dengan pemerintah SBY mengenai keberlanjutan proyek NAMRU di Indonesia (link berita di komen).
Baru-baru ini, Kompas TV memberitakan (saya copas isinya, link berita di komen):
==Komandan Pertahanan Radiasi, Kimia dan Biologi Angkatan Bersenjata Rusia Letnan Jenderal Igor Kirillov menuding Amerika Serikat melalui Pusat Medis Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) melakukan penelitian biologi di Indonesia tahun 2010.
Hasil penelitian itu juga disebut tidak dibagikan kepada pemerintah di Jakarta, seperti dilaporkan kantor berita RIA Novosti, Kamis (24/3/2022).
“Pendekatan yang tidak dapat diterima seperti itu, dengan persetujuan diam-diam dari pemerintah AS, adalah norma yang lazim bagi perusahaan farmasi besar. Karena banyaknya pelanggaran, pemerintah Indonesia tahun 2010 menghentikan kegiatan penelitian Pusat Medis AL AS di Jakarta,” kata Kirillov.
Kirillov lebih jauh menuding, AS melakukan pekerjaan di fasilitas laboratorium di Jakarta di luar kerangka program penelitian yang disepakati, melakukan pengambilan sampel biologis dan menolak memberi tahu pemerintah Indonesia tentang hasil yang dicapai.
Yang mengejutkan, “Bahan-bahan yang mereka terima digunakan untuk kepentingan perusahaan farmasi yang berafiliasi dengan Pentagon, yaitu Gilead, yang sedang menguji obat-obatannya, termasuk di wilayah Ukraina dan Georgia,” kata Jenderal Rusia tersebut. ==
—–
Nah… beberapa hari yll saya ngobrol-ngobrol santai dengan virolog terkenal, Pakdhe Indro (drh. Moh. Indro Cahyono). Poin entry-nya membahas biolab di Ukraina, tapi banyak informasi menarik mengenai pervirusan ini dan bagaimana virus bisa “dimainkan” untuk mengubah sifatnya. Silakan disimak bila berminat.
—