
Copas isi berita:
Konflik Rusia-Ukraina memasuki babak baru dengan ditemukannya bukti-bukti keterlibatan AS dalam program penelitian patogen mematikan, termasuk di dalamnya anthrax dan H5N1. Dalam jumpa pers, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan bahwa Rusia telah menemukan bukti adanya program berbahaya tersebut.
“Selama operasi militer khusus Rusia di Ukraina, kami menemukan fakta bahwa selama ini, ternyata rezim Ukraina menyembunyikan jejak program biologis militernya,” kata Zakharova, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (9/3).
Zakharova juga mempertanyakan kepada AS, apa tujuan membuat semua biolab itu. “Penelitian Anda, bahan biologis Anda, digunakan untuk tujuan militer, muncul di Ukraina sejak awal. Apa yang Anda lakukan di sana? Ini adalah benua lain. Anda tidak berbagi perbatasan yang sama, dan Anda tidak punya pangkalan di sana,” kata dia.
Penemuan biolab yang didanai AS di Ukraina, tak pelak membuat ingatan publik Indonesia kembali pada NAMRU-2. Namru adalah singkatan dari Naval Medical Research (Unit Riset Medis Angkatan Laut), merupakan laboratorium riset biomedis milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang didirikan di Indonesia, dengan tujuan untuk mempelajari penyakit-penyakit menular yang memiliki potensi penting dari sudut pandang militer AS.
Awalnya, Namru didirikan pada tahun 1970-an, lalu pada tahun 2008, lab itu ditutup oleh Menteri Kesehatan RI periode 2004 -2009, Prof. Dr. Siti Fadilah Supari.
Dalam wawancara dengan Beritasatu.com (September 2021), Siti mengatakan bahwa alasan penutupan itu adalah, “Menurut saya manfaatnya jauh lebih kecil dibandingkan kerugiannya sebagai negara merdeka.”
Keberadaan laboratorium asing tersebut dinilai Fadilah merupakan bentuk penjajahan. “Kalau Namru memang harus ditutup,” tegasnya.
Menurut Siti, jika pun Namru masih ada, sumbangannya terhadap pencegahan pandemi Covid-19 tidak signifikan karena toh sejauh ini hasil-hasil penelitian Laboratorium Namru tidak diserahkan ke Indonesia.
NAMRU Masih Ada di Indonesia?
Tapi, apakah benar NAMRU sudah angkat kaki dari Indonesia? Berita tahun 2018 menunjukkan kecurigaan mengenai keberlanjutan proyek NAMRU di Indonesia. Dalam sebuah seminar bertajuk “Strategi mencegah Dibukanya Kembali NAMRU-2 AS di Indonesia” yang diselenggarakan Global Future Institute (GFI) tahun 2018, disampaikan adanya informasi bahwa sejak 2012, sudah dimulai upaya membuka kembali lab milik militer AS itu di Indonesia.
Selangkapnya lanjut saja di webnya, kepanjangan dicopas di sini
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.