
Di kolom komen, banyak yang nanya “logika”: gimana logikanya ada neo-Nazi di Ukraina? Presidennya Yahudi!
Mereka pikir, saya ga tau kalau Zelensky Yahudi. Padahal sebelum mereka nyolot begitu, saya sudah menulis “Israel dan Ukraina.” Di situ saya jelaskan, Zelensky ini Yahudi-Zionis (pro-Israel). Saya ulangi lagi: tidak semua Yahudi pro-Zionis.
Soal keberadaan neo Nazi, sudah saya bahas di postingan sebelumnya, lengkap dengan link sumber.
Sekarang soal logika.
Logikanya adalah: wani piro (berani bayar berapa?)
Ingat, ada kelompok yang suka demo maki-maki China, eh ternyata bohirnya taipan China juga? Ingat, AS mengaku anti-terorisme, tapi justru mereka yang membentuk/memfasilitasi Mujahidin, lalu Al Qaida, di Afghanistan? Ini bahkan diakui oleh Hillary Clinton dan para elit AS lain.
Ingat, “jihadis” Suriah yang terluka dirawat di rumah sakit Israel, dan dikunjungi langsung oleh Netanyahu? Lha katanya para “pejuang Islam” itu anti-Israel? Bukannya simpatisan mereka di Indonesia kalau demo suka bawa bendera Palestina? Katanya, Israel itu anti-teroris (Hizbullah dan Hamas mereka sebut teroris), lha kok merawat teroris?
[Bantuan uang dan senjata dari AS untuk jihadis Suriah ada datanya, valid. Saya bahkan sudah menulis artikel jurnal soal ini.]
Kata AS, “Kami cuma bantu pemberontak moderat kok!” Padahal di lapangan, yang disebut “moderat” itu main penggal juga dan kongkow-kongkow dengan ISIS dan Al Nusra (yang sudah resmi dimasukkan list teroris oleh PBB).
Dst. Ini semua kontradiksi yang riil. Ini menunjukkan bahwa apapun ideologinya, mereka semua itu sekedar proxy, pion yang diperalat oleh AS dan sekutunya.
Gerombolan neo-Nazi ini dimanfaatkan untuk penggulingan rezim pro-Rusia di Ukraina (2014), lalu berlanjut melakukan pembantaian dan teror pada minoritas (etnis Rusia) di Ukraina. Mereka ini gerombolan dengan ideologi ekstrem, milisi brutal, bisa dipakai sewaktu-waktu, oleh tuan mereka. Sudah ada buktinya, AS mempersenjatai mereka.
Ideologi ekstrem neo-Nazi adalah “supremasi kulit putih” dan ini dimanfaatkan untuk merekrut pasukan. Persis seperti ISIS, menggalang pasukan dari berbagai dunia dengan semangat “jihad melawan kaum kafir.”
Soal supremasi kulit putih, bahkan Presiden Zelensky pun rasis. Dia mendukung Israel. (Baca tulisan saya soal ini, link ada di bawah). HRW dan Amnesty Intl sudah menyatakan bahwa rezim Zionis adalah apartheid. Apartheid itu dibangun di atas rasisme, merasa diri lebih unggul dari manusia lain.
Bulan Mei 2021, saat Israel membombardir Gaza, presiden yang mantan komedian ini menulis di twitternya, yang menunjukkan dukungan pada Israel. Buat dia, rakyat Palestina dibantai tidak penting, dia hanya sedih untuk Israel.
Sifat rasis melandasi neo-Nazi, demikian pula Yahudi-Zionis. Jadi, mereka sebenarnya sama-sama rasis.
Terakhir, ada yang komen: MASA AGRESI/INVASI DIDUKUNG? Catat ya, saya tidak sedang dukung-mendukung, saya kan orang Indonesia. Saya hanya memaparkan fakta-fakta yang tidak banyak diketahui orang.
Resolusi konflik ini sebenarnya sederhana. Yang diminta Rusia: (1). Kiev harus menolak bergabung dengan NATO. (2). Ukraina menolak jadi pangkalan rudal Barat. 3. Rezim Kiev berhenti menganiaya penduduknya yang berbahasa Rusia.
Rusia sejak kemarin sudah menyatakan siap bernegosiasi dan bahkan wakilnya sudah datang ke Belarus. Tapi si mantan komedian ini yang mangkir, dia tidak jadi mengirim utusannya [1]. Mengapa? Karena dia memang cuma proxy. Komandannya AS-Israel. Ketika AS bilang, “jangan, lanjutin aja bikin onar,” ya itulah yang dia lakukan.
Jadi, mereka ini (neo-Nazi dan Zelensky) sebenarnya sesama proxy dan urusannya: wani piro?
Semoga paham.
————————–
NOTE: postingan sebelumnya saya hapus dan saya upload ulang dengan editan, karena saya salah menggunakan video. Video yang saya upload sebelumnya, ternyata bukan Zelensky, tetapi Ukraine’s Deputy Chief Prosecutor, David Sakvarelidze. Kesalahan terjadi karena nama Zelensky memang tertulis di video tsb, tapi rupanya itu adalah running text.
—————————-
[1] https://sputniknews.com/…/kremlin-russian-delegation…
—————————–
Tulisan saya soal Ukraina sudah 4 ya, silakan baca. Biar ga malu-maluin kalau komen nyinyir di sini, padahal sudah dibahas di tulisan lain.
(1) Israel dan Ukraina https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/a.234143183678611/1371157153310536/
(2) Ukraina adalah Suriah yang Lain-1 https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/a.234143183678611/1372143439878574/
(3) Ukraina adalah Suriah yang Lain-2 https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/a.234143183678611/1372154159877502/
(4) Apa benar ada neo-Nazi di Ukraina? https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/a.234143183678611/1372374213188830/
—-
Foto: AS dan Ukraina memilih “menolak” resolusi anti-Nazisme di Sidang Umum PBB (Desember 2021)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.