Ya benarlah, tidak mungkin saya menulis tanpa data dan tanpa riset dulu. Orang lain mungkin ada yang asal nulis, saya sih tidak. Makanya saya relatif lama kalau menulis komentar mengenai perkembangan geopolitik, tidak seperti sebagian orang yang dengan cepat bisa komen soal apapun.

Keberadaan milisi neo-Nazi ini bahkan sudah dibahas oleh media-media mainstream kok, seperti BBC, The Guardian, Telegraph, dll.

Batalyon Azov pada dasarnya adalah sebuah milisi yang tumbuh dari Partai Patriot Ukraina, yang merupakan partai nasionalis kulit putih neo-Nazi yang didirikan oleh seorang demagog jalanan bernama Andriy Biletsky, yang telah berjanji untuk mengembalikan kehormatan ras kulit putih. Dia tidak bicara di jalanan, tapi sudah masuk ke ruang parlemen, lewat Partai Nasional Sosial mengusulkan undang-undang yang melarang pencampuran ras, dan hal-hal sejenisnya.

Batalyon Azov menjadi aktif setelah perang saudara dimulai di wilayah Donbass di Ukraina timur (pasca-2014). Batalyon Azov ini kemudian dimasukkan ke dalam Garda Nasional dan militer negara itu melalui Kementerian Dalam Negeri. Artinya: rezim Kiev secara resmi menerima/mengakui milisi brutal ini. Tentu saja, mereka menutup-nutupi soal ideologi neo-Nazi Batalyon Azov ini, tapi bukti-buktinya sangat banyak, termasuk simbol-simbol yang mereka pakai (lihat di foto).

Ingat pula, Desember 2021. Rusia mensponsori resolusi di PBB, untuk “mengutuk Nazisme, neo-Nazisme dan segala bentuk rasisme, xenophobia, dan berbagai tindakan intoleran.” Nah, ada dua negara yang menyatakan MENOLAK resolusi ini, yaitu: AS dan Ukraina.

Milisi neo-Nazi ini merekrut petarung dari berbagai negara (persis seperti ISIS yang juga merekrut “jihadis” dari berbagai negara).

Ada tulisan Max Blumenthal yang membahas detil milisi neo-Nazi ini. Silakan baca sendiri. Saya terjemahkan sebagian saja:

Azov mempertahankan pakaian semi-bawah tanah yang disebut “Divisi Misantropik” yang merekrut banyak kalangan pemuda neo-Nazi di Prancis, Jerman dan Skandinavia. Pejuang asing dijanjikan pelatihan dengan senjata berat, termasuk tank, di kamp-kamp Ukraina yang dipenuhi oleh sesama pelancong fasis. Bahkan veteran militer seperti Mikael Skillit, mantan penembak jitu tentara Swedia, juga menjadi sukarelawan neo-Nazi untuk Azov.

“Setelah Perang Dunia Kedua, para pemenang menulis sejarah mereka,” kata Skillit kepada BBC. “Mereka memutuskan bahwa selalu buruk untuk mengatakan bahwa saya berkulit putih dan saya bangga.”

Relawan Azov asing didorong oleh seruan “Reconquista,” atau misi untuk menempatkan negara-negara Eropa timur di bawah kendali kediktatoran supremasi kulit putih yang meniru kediktatoran Reichskommissariat Nazi yang memerintah Ukraina selama Perang Dunia II.

Misi tersebut dipromosikan secara berlebihan oleh kepala ideolog Azov, Andriy Biletsky, seorang organisator veteran fasis yang memimpin Majelis Nasional Sosial di parlemen Ukraina. Majelis Biletsky telah berjanji untuk melarang kontak antar-ras dan bersumpah “untuk mempersiapkan Ukraina untuk ekspansi lebih lanjut dan berjuang untuk pembebasan seluruh Ras Putih dari dominasi ibukota spekulatif internasionalis.”

Mungkin yang paling terkenal dari pemuda Eropa rasis yang ditarik ke kamp pelatihan militer Ukraina adalah seorang pekerja pertanian Prancis berusia 25 tahun bernama Gregoire Montaux. Pada Juni 2016, Moutaux ditangkap di perbatasan Ukraina oleh dinas keamanan SBU negara itu dengan persenjataan yang mengejutkan berupa senapan serbu, ribuan butir amunisi, dan 125kg bahan peledak TNT. Dia bahkan berhasil mendapatkan dua peluncur granat anti-tank.

Didorong oleh ideologi neo-Nazi yang keras, Moutaux berencana meledakkan “masjid Muslim, sinagog Yahudi, organisasi pengumpulan pajak, unit patroli polisi,” dan menyerang kejuaraan sepak bola Euro 2016. Menurut SBU, calon teroris telah berkomunikasi “dengan unit militer yang bertempur di Donbas” – wilayah Ukraina timur tempat Azov mempertahankan kamp pelatihannya.

—–

Tulisan Max: AS Mempersenjatai dan Membantu Neo-Nazi di Ukraina, Sementara Kongres Memperdebatkan Larangan https://therealnews.com/the-us-is-arming-and-assisting…

Di film dokumenter ini juga dibahas, sejarah panjang ideologi neo Nazi di Ukraina, dan bagaimana peran AS dalam melindungi para tokohnya: https://www.facebook.com/cerdasgeopolitik/videos/1073344313237794

Di tulisan ini, disebutkan FB (yang utk isu lain suka sekali memblokir postingan orang dengan alasan “melanggar standar komunitas”). ternyata… “Facebook Memungkinkan Pujian Batalyon Ukraina Neo-Nazi Jika Melawan Invasi Rusia”

https://theintercept.com/…/ukraine-facebook-azov…/

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh