https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/539575947168659

Antonio Gramsci, seorang filsuf Italia, mengemukakan konsep “hegemoni”. Dalam hegemoni, kekuasaan dimiliki sekelompok elit dengan cara menguasai ranah ide dan pengetahuan, sehingga kekuasaan itu didapat dengan persetujuan (consent), bukan paksaan (coercion).

Contoh gampangnya begini: penguasa mengatakan pada rakyatnya “kalian harus melakukan a, b, c” dengan didukung oleh berbagai “laporan” para intelektual/saintis, lalu, rakyat percaya, dan akhirnya setuju untuk melakukan a, b, c.

Artinya, kepatuhan rakyat dan kekuasaan yang didapat oleh penguasa, bukan didasarkan paksaan, melainkan karena rakyat setuju dengan apa yang dikatakan penguasa (dan didukung para intelektual).

Masalahnya, bagaimana bila intelektual/saintisnya yang korup? Bagaimana bila mereka yang melakukan kebohongan intelektual? Bagaimana bila informasi “sains” dari mereka ternyata salah?

Nah di sinilah peran intelektual organik untuk melakukan kontra-hegemoni.

Gerakan kontra-hegemoni haruslah dimulai dari kelas yang terhegemoni, terutama dari kalangan intelektual organik. Caranya gimana? (1) mereka harus mempertanyakan asumsi dan nilai yang mendominasi kelas-kelas yang terhegemoni. (2) mereka mampu menemukan berbagai kontradiksi yang tersembunyi dalam wacana hegemoni, sehingga (3) mereka mampu menemukan ide-ide dan nilai-nilai baru yang sama sekali berbeda dengan ide dan nilai yang selama ini menghegemoni mereka.

Apakah yang bisa jadi “intelektual organik” hanya orang kampus, akademisi, dengan gelar berderet-deret? Tentu tidak. Semua bisa, asal mau belajar secara mendalam (tidak sok tau, karena malah berpotensi menyesatkan publik), dan melakukan 3 langkah di atas.

Video yang saya share ini adalah pidato dari anggota Parlemen Uni Eropa bernama Mislav Kolakusic. Dia melakukan kontra-hegemoni atas “pengetahuan” yang selama ini diterima/disetujui sebagian besar orang di dunia [dan mendeteksi bahwa dengan landasan persetujuan itu penguasa mendapatkan kekuasaannya, bahkan menuju pada fasisme.]

Lha kita di Indonesia bisa apa?

Mungkin, wacana soal demokrasi atau antifasisme masih belum jadi perhatian publik kita. Yang penting buat kita adalah bagaimana menyelamatkan diri dan keluarga di masa seperti sekarang ini. Ketika kita sudah punya pengetahuan dasar untuk melindungi diri, kita bisa berperan menjadi intelektual organik, mencoba membongkar pemahaman yang salah yang berkembang di sekitar.

Lalu belajarnya dari mana? Bukankah di luar sana, sepertinya informasi sedemikian simpang siur?

Saya merekomendasikan belajar dari forum ini:

—-

Webinar “Memahami Covid-19 dan Dinamikanya dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan [SESI 16]. Tema: Mengatasi Infeksi Omicron Secara Mandiri.

Penyelenggara: Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia (MIPI)

Rabu, 16 Feb 2022

10:00 WIB

Join Zoom Meeting

https://us02web.zoom.us/j/89415255213…

Meeting ID: 894 1525 5213

Passcode: MIPI22

Atau simak rekamannya di youtube Masyarakat Ilmu Pemerintahan Indonesia:


dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh