
Mungkin masih ingat, Mei 2021, anak-anak muda Palestina di Jerusalem melakukan aksi-aksi demonstrasi menentang perampasan rumah-rumah di Sheikh Jarrah.
Gerakan demo itu sangat luas gaungnya, ke seluruh dunia, berkat media sosial. Bahkan anak-anak muda Israel yang juga ada yang bergabung dengan para pemuda Palestina ini karena mereka semakin sadar kejahatan rezim Zionis.
Aksi demo dihadapi dengan represif. Bahkan tentara juga meringsek ke dalam kompleks Masjidi Alqsa untuk mengejar para demonstran. Hal ini memunculkan kemarahan banyak umat Muslim di dunia (kecuali Muslim ZSM tentu saja yang malah menyalah-nyalahkan para pemuda Palestina).
Hamas di Gaza memberikan peringatan kepada Israel, “jangan ganggu Masjidil Aqsa.” Tapi, tentara Israel terus melakukan tindakan-tindakan yang melanggar kesucian masjid. Lalu, Hamas pun mengirimkan roket ke arah Israel. Kesempatan ini dipakai oleh Israel untuk melakukan pembalasan dalam skala masif (alasannya “membela diri”). Selama 11 hari Gaza dibombardir Israel, bahkan gedung kantor beberapa media terkemuka dunia juga dihancurkan oleh Israel.
Demo besar-besaran mengecam Israel pun terjadi di berbagai negara, termasuk di AS. Bahkan anak-anak muda Yahudi pun ikut dalam demo itu dan melakukan orasi-orasi mengecam Israel dan meminta pemerintah AS agar tidak lagi mendanai Israel.
Akhirnya, serangan dihentikan.
Tapi, tragedi di Sheikh Jarrah (dan semua perumahan Palestina di Jerusalem timur) belum selesai. Penghancuran dan perampasan rumah-rumah Palestina oleh Israel masih terus berlangsung karena memang tujuan Israel adalah mengosongkan wilayah itu dari orang Palestina agar seluruh Jerusalem dikuasai Israel.
Yang terbaru, tanggal 19 Januari 2022 yang lalu. Silakan simak di video.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.