
Kuncinya adalah di pemahaman soal “paparan” dan “infeksi”. Kalau kita hanya TERPAPAR, artinya virus (atau potongan virus) hanya menempel di hidung. Alat PCR hanya mendeteksi ada-tidaknya antigen virus pada sample, bukan sakit/tidaknya seseorang. Antigen itu material virus; PCR hanya membaca ada/tidaknya material virus, seperti S, N, E.
Makanya, sangat mungkin terjadi, orang sehat, di-swab, hasilnya positif (lalu masuk RS dst).
Untuk mengetahui seseorang sudah terinfeksi atau belum, seharusnya sample yang diambil adalah DAHAK. Ketika virus sudah ada dalam dahak, artinya, virus sudah menginfeksi tubuh. Orang tersebut memang sudah sakit.
Ini benar-benar aspek SAINS, yang harus dibereskan secara SAINS. Lakukan pengujian, cek dengan mikroskop elektron. Jika pihak-pihak yang selama ini berusaha mengaburkan antara “paparan” dan “infeksi” benar-benar berbasis sains, seharusnya mereka BERANI untuk melakukan pengujian secara terbuka. Jangan malah menghindar dengan cara MENGHINA.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.