Mengapa ada perbedaan soal vaksin di pemberitaan internasional? Misalnya, Bloomberg memberitakan “Vaccine Makers Race to Create a Booster in 100 Days to Beat Omicron [para pembuat vaksin berlomba-lomba membuat booster dalam 100 hari untuk mengalahkan omikron].

Sebaliknya, Polly Roy, profesor virology dari London School of Hygiene & Tropical Medicine berkomentar soal Omikron, “Tidak ada perbedaan sebenarnya karena akibat dari penyakit pernafasan adalah sama. Pertanyaannya adalah tentang sistem kekebalan orang yang terinfeksi.” Lebih lanjut, Roy mengatakan bahwa vaksin yang lama masih bekerja.

Lalu mengapa pabrik vaksin berlomba-lomba bikin booster “demi menangkal omikron”? Berita: “Pfizer CEO: Omicron Variant Could Mean Fourth Vaccine Dose Needed Sooner Than Expected” [CEO Pfizer: Varian Omicron Bisa Berarti Dosis Vaksin Keempat Dibutuhkan Lebih Cepat dari yang Diharapkan].

Nah, kita sebagai orang awam di bidang virus & medis, bagaimana menanggapi simpang siur ini?

Caranya adalah kembali ke ilmu dasarnya. Sebenarnya kekebalan tubuh itu apa? Apa betul tubuh butuh vaksin terus menerus untuk 1 virus saja seperti kata pemilik pabrik vaksin dunia itu? (misal, sekarang ada covid, kita harus vaksin lagi setiap kali ada varian; memangnya varian itu apa?) Dari berbagai vaksin covid yang dibuat pabrik vaksin, apa semuanya “sama saja”?

Ini penting banget dipelajari karena menyangkut nasib kita dan nasib anak-anak kita. Silakan dipelajari penjelasan virolog drh. Moh Indro Cahyono berikut ini.

https://www.youtube.com/watch?v=kRkahrM7NHk

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh