
Kasus HW ini kasus kriminal. Dia harus dihukum seberat-beratnya, sebaiknya dikebiri juga. Para korban juga harus diberi perlindungan sebaik-baiknya, disembuhkan traumanya, dll.
Demikian juga para “ustat”/ “guru” yang melakukan aksi-aksi kejahatan seksual di berbagai lembaga pendidikan lain, semua harus dihukum. Jangan sampai yang viral baru diurus, yang ga viral diem-diem aja. Kasus semacam ini sudah banyak sebelumnya, tapi baru ini yang benar-benar diviralkan.
Nah, pertanyaannya, mengapa kasus ini tiba-tiba diviralkan dan mengapa timing-nya dipilih sekarang (mulai tanggal 9 Desember)? Padahal sejak 3 November sudah masuk pengadilan, sejak Mei sudah diketahui pihak berwenang? Saya merasa tahu jawabannya, tapi tidak semua yang diketahui bijak untuk diumbar ke publik.
Yang jelas, isu ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak sekaligus, masing-masing punya kepentingan, tapi, sangat mungkin beberapa pihak ini berujung pada “satu” juga.
Salah satu pihak yang sedang memanfaatkan isu ini adalah kelompok Wahabi-Salafi (dan para simpatisannya, yang mungkin merasa bukan Wahabi-Salafi). Mereka inilah yang sejak awal krisis Suriah (akhir 2011) sangat gencar, saling berjejaring dengan organisasi transnasional mereka, untuk menyerang umat Syiah. Suriah dijadikan alasan: lihat tuh Suriah, Syiah membantai Sunni. Mereka sebarkan berbagai hoax (foto palsu, video palsu,dll) untuk dijadikan “argumen.”
Kemarahan dan kebencian yang muncul akibat berbagai propaganda hoax mereka, membuat mereka bisa dengan mudah meraih dua tujuan utama:
(1) menggalang dana (logistik untuk “jihad”) [tapi sebagian diembat sendiri, dilaporkan “untuk biaya operasional”]
(2) menggalang petempur untuk pergi perang ke Suriah Nah, keberadaan kelompok ini, dimanfaatkan pula oleh kekuatan politik lokal.
Karena karakter dasar mereka yang mudah diprovokasi, taat pada apa saja “kata ustat,” mereka mudah pula digalang untuk dukung ini atau benci itu. Mereka tidak sadar kalau sedang dimanfaatkan belaka oleh berbagai kekuatan politik lokal.
Khusus untuk isu Syiah dan apa kaitannya dengan Suriah, dan apa kaitannya dengan Indonesia, berikut ini penjelasan dari Buya Dr. Arrazi Hasyim.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.