
Berikut ini potongan pidato Mohammed El Kurd, di Sidang Majelis Umum PBB, New York., 29 November 2021. Mungkin ada yang ingat, video “Yakoov,” pemukim Zionis asal AS yang didatangi para aktivis Palestina karena dia secara ilegal menduduki rumah milik keluarga El Kurd di Sheikh Jarrah? Saat itu, Muna El Kurd (saudari kembar Mohammed) mengatakan, “You are stealing my house!” (Kamu mencuri rumahku).
Yakoov menjawab, “Kalau saya tidak mencurinya, orang lain yang akan mencurinya.”
Mohammed dan Muna El Kurd adalah dua di antara sangat banyak anak muda Palestina yang aktif menggunakan media sosial untuk menggalang dukungan masyarakat sipil di dunia. Mereka mendokumentasikan kejahatan Israel terhadap mereka melalui video/konten medsos. Mohammed yang sangat fasih berbahasa Inggris juga menulis artikel opini yang dimuat di media-media internasional. Dia diwawancarai media-media mainstream dan dengan pemaparan yang sangat baik, mampu menjelaskan kepada publik, bahwa yang terjadi di Palestina sesungguhnya adalah penjajahan.
Majalah Time menempatkan Mohammed dan Muna El Kurd dalam daftar “100 most influential people of 2021”
Apa jawaban Mohammed?”
Terpilih di antara ‘100 Orang Paling Berpengaruh Tahun 2021’ Majalah Time mungkin menjadi indikator positif untuk memusatkan masalah Palestina dalam wacana publik internasional. Namun, pembuatan ikon -yang mengabaikan perjuangan seluruh bangsa dan menyempitkannya dalam satu wajah- tidak cukup untuk mendukung rakyat Palestina.
Apa yang kami tuntut adalah perubahan radikal dan nyata oleh media arus utama (termasuk Majalah Time) untuk mengakhiri biasnya terhadap Zionisme, mendorongnya untuk lebih berani dalam menyikapi gerakan pembebasan dan perlawanan Palestina dalam segala bentuknya. Era baru ini adalah hasil dari upaya kumulatif dan tekad rakyat Palestina yang melawan sistem kolonial selama tujuh dekade tanpa pengakuan atau rasa terima kasih.”
Mohammed adalah seorang penyair, menerbitkan buku kumpulan syair tentang Palestina, dan punya gelar sarjana di bidang sastra. Di antara kalimat “puitis” yang disampaikan Mohammed dalam pidatonya di PBB:
Nakba masih jauh dari selesai.
Nakba menusuk kami melalui aksi-aksi dehumanisasi berkelanjutan.
Kalau Anda tidak diusir dari rumah Anda, rumah Anda dihancurkan.
Kalau Anda tidak dipenjara, Anda ditembak di jalanan.
Kalau Anda tidak ditembak di jalan, ada drone mengintai Anda di langit Jalur Gaza.
Ketika Nakba bukan berupa bom, wujudnya adalah pengasingan.
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.