
Empat puluh empat tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1977, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 29 November sebagai Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina. Ketetapan yang dikukuhkan oleh Resolusi PBB No. 32/40 B ini mengawali peringatan di tahun-tahun berikutnya. Peringatan yang terus memunculkan pertanyaan: kapankah bangsa Palestina akan merdeka?
Dalam peringatan tahun ini, seperti biasa, PBB mengadakan sidang di Markas PBB New York. Sebagian pembicara hadir secara langsung, sebagian lagi menyampaikan pendapatnya melalui rekaman video, mengingat situasi pandemi yang membatasi mobilitas. Selain perwakilan negara-negara, aktivis sipil juga diminta menyampaikan pandangannya. Salah satunya adalah seorang pemuda Palestina yang baru-baru ini dinobatkan sebagai satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah TIME, Mohammed El Kurd.
Salah satu kalimat El Kurd yang sangat menohok adalah bahwa kejahatan perang yang dilakukan Israel “tidak akan bisa dihentikan hanya dengan pernyataan kecaman” atau “cuitan keprihatinan” (tweets of concerns).
Lalu, apakah kita, masyarakat sipil yang mendukung Palestina, sia-sia saja bersuara di medsos? Jawabannya, simak dalam tulisan berikut ini. https://fixindonesia.com/…/kemer…/WxAAHrvBjX94TLvhJFDQPR
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.