Sebenarnya, yang mengikuti dengan intens konflik Suriah, pasti sudah tahu rekam jejak Qatar dalam konflik Suriah.

Tapi mungkin ada yang belum paham, jadi saya akan ceritakan sedikit.

Qatar memberi perlindungan pada Yusuf Qardhawi yang memfatwakan “jihad” di Suriah, bahkan membunuh siapa saja, baik sipil, militer, bahkan ulama, yang bekerja sama dengan Assad. Fatwa mengerikan ini disiarkan oleh televisi. Tak lama setelah fatwa keji ini keluar, di Damaskus terjadi aksi bom bunuh diri di dalam masjid. Saat itu, Syekh Buthi, ulama besar Suriah (Ahlussunnah) sedang berceramah, beliau pun gugur syahid.

Qardhawi adalah ulama Ikhwanul Muslimin dan sebagian “jihadis” yang angkat senjata di Suriah adalah jihadis IM. Di awal era Perang Suriah, Khaled Mash’al, tokoh Hamas (berideologi Ikhwanul Muslimin) yang bertahun-tahun dilindungi oleh pemerintah Suriah, membelot dan pindah ke Qatar. Sementara di lapangan, sebagian milisi Hamas malah ikut perang bersama “jihadis” melawan Assad.

Pada masa ini, Hamas jelas melakukan pengkhianatan kepada bangsa Suriah, yang pernah dinilai oleh UNHCR sebagai ‘negara yang memberikan layanan terbaik kepada pengungsi.’ Sampai-sampai Mufti Suriah (Ahlussunnah), Syekh Hassoun, berkhutbah dengan nada marah, “Wahai Khaled Mash’al, wahai Hamas, siapa yang selama ini merangkulmu, yang menangisi orang Palestina di Suriah?!”

Anak Syekh Hassoun, seorang mahasiswa HI, gugur terbunuh oleh bom “jihadis”. Di upacara pemakaman itu, selain mengecam Khaled Mash’al, Syekh Hassoun secara terbuka mengecam Qardhawi, “Wahai engkau yang memfatwakan pembunuhan kepada 1/3 warga Suriah, ini anakku sudah terbunuh…” (dst, mengingatkan bahwa mereka akan mendapatkan balasan dari Allah).

[Akhirnya, setelah terbukti Qatar omong kosong, tidak membantu Hamas yang benar-benar berjuang di Gaza, para tokoh Hamas yang benar-benar ada di Gaza [bukan yang hidup mewah di Qatar] pun “bertobat,”menyatakan akan fokus mengurus Palestina, dan kembali mendekati kubu Resistensi.]

Aljazeera, media yang berbasis di Qatar, mendukung penuh agenda penggulingan Assad, dengan pemberitaan-pemberitaan yang “miring” soal Assad. Bisa dibaca jejak digitalnya di sini [1] [2]

Untuk Afghanistan, sejak 2013, Qatar memberi kantor untuk Taliban. Memang, Taliban-Afghanistan statusnya di PBB bukan organisasi teroris (kalau Taliban-Pakistan, oleh PBB sudah disebut teroris). Tapi perlu diingat bahwa Al Qaida menjadikan Afghanistan sebagai homebase atas seizin Taliban. Artinya, ideologi dasar mereka ya sama saja.

Salah satu kelompok teroris terkuat dalam perang Suriah adalah Jabhah Al Nusra yang tak lain adalah Al Qaida Suriah. Sejak 2012, komandan Al Nusra mulai berkunjung ke Doha untuk pertemuan dengan militer senior Qatar dan para pemodal (financiers). New York Times pada 2013 memberitakan bahwa Presiden Obama mengecam Emir Qatar karena ketahuan, senjata canggih dikirim oleh Qatar ke Suriah dan jatuh ke tangan Al Nusra. [3]

Qatar dan Arab Saudi telah menyediakan “uang tunai dan logistik yang diangkut selama berminggu-minggu untuk operasi militer di Aleppo yang dipimpin dan diselenggarakan oleh Jabhat Fatah al-Sham. [3]

Ketika Taliban menang, Al Nusra (yang berada di Idlib dan sekarang ganti nama jadi Hay’at Tahrir Al Syam) bersuka cita, mengibarkan bendera Taliban, membagikan permen ke warga.

[Mengapa Al Nusra ada di Idlib? Ketika mereka dikalahkan oleh tentara Suriah, ada tekanan internasional, Suriah harus “menghormati HAM.” Karena itu, para teroris ini tidak bisa diapa-apain, malah dianterin ke Idlib. Jadi Idlib saat ini adalah kota tempat evakuasi para jihadis Suriah. Jadi… kalau ada lembaga donasi yang mengantarkan donasinya ke Idlib, artinya apa? Simpulkan sendiri.]

Tentu saja, secara resmi pemerintah Qatar menolak semua “tuduhan” itu. Qatar juga mengadakan berbagai inisiatif/konferensi perdamaian, dan mengaku “melawan terorisme.” Karena itu, ada juga tuh yang membela Qatar, menyebutnya sebagai negara yang “mendukung perdamaian” di Timteng. Yah itu sih terserah, ya, Kalau saya sih, big NO.

Demikian sekilas info.

*NB: sekedar mengingatkan, Jubir HTI, Ismail Yusanto pernah mengatakan bahwa Hizbut Tahrir berbaiat kepada Al Nusra. [4]

—-

Video fatwa jahat Qardhawi dan kecaman Syekh Hassoun

https://www.facebook.com/100004485015385/videos/493494490810047/

[1]https://liputanislam.com/…/menjawab-ikhwanul-kiram-1…/

[2]https://liputanislam.com/…/propaganda-al-jazeera-tak…/

[3]https://s3.us-east-2.amazonaws.com/…/11717_Weinberg…

[4] https://www.globalmuslim.web.id/…/ismail-yusanto…

Foto: istri Presiden Suriah (Asma al Assad) bersama para tentara wanita Suriah yang gagah berani bertempur melawan “jihadis” yang ingin memporak-porandakan negeri mereka (foto 2018).

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh