
Ada orang bernama Luthfie Assyaukani, salah satu founder Jaringan Islam Liberal (latar belakang pendidikannya Islamic Studies, bukan HI/Politik Internasional) menulis begini di FB-nya:
Bulan Sabit Syiah
Ancaman terbesar bagi stabilitas di Timur Tengah bukanlah Israel, tapi Bulan Sabit Syiah. Pernyataan ini saya dengar dari Prof. Ruhaini Dzuhayatin, tenaga ahli di Kantor Staf Presiden yang juga dosen di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dalam sebuah diskusi tentang konflik Israel-Palestina baru-baru ini.
Bulan Sabit Syiah adalah istilah untuk merujuk negara-negara yang penduduknya pemeluk Syiah, baik mayoritas maupun minoritas. Dinamakan “bulan sabit” karena jika dilihat di peta, negara-negara itu membentuk bulan sabit. Ujung sabit dimulai dari Yaman, kemudian Oman, UAE, Bahrain, Kuwait, Iraq, Suriah, dan berakhir di Lebanon. Iran berada di tengah, bagian terbesar Bulan Sabit.
Dalam tulisan sebelumnya, saya pernah menjelaskan bahwa salah satu alasan negara-negara Arab membuka hubungan dengan Israel, karena mereka khawatir dengan Iran. Ancaman Iran sangat nyata, dan sudah terbukti ampuh mengobrak-abrik stabilitas beberapa negara Arab. Lihatlah Lebanon dengan Hezbollahnya.
Lalu Suriah, lalu Yaman dengan Houthinya. Pemerintah Bahrain yang Sunni hampir jatuh digempur penduduknya sendiri yang sebagian besar bermazhab Syiah. Iran berada di belakang kekisruhan ini.
Ancaman Iran terlalu nyata bagi banyak negara Arab. Bagi negara-negara Teluk, Israel tak pernah merugikan mereka dan tak ada dampak sama sekali bagi stabilitas nasional. Tantangan di depan mata adalah Iran. Dan satu-satunya negara yang bisa diandalkan untuk menghadapi Iran adalah Israel. Itulah mengapa Uni Emirat Arab dan Bahrain buru-buru membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
Dengan membuka hubungan dengan Israel, negara-negara Arab punya kesempatan untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihan Israel, baik teknologi senjata, pengelolaan air, riset, dan pengembangan pertanian. Bagi mereka, semua itu adalah bonus. Yang terpenting dan paling mendesak adalah bagaimana mengatasi Iran.
JAWABAN SAYA UNTUK LUTHFIE A., ADA DI VIDEO INI
(ini adalah bagian ke-7 dari Serial Kajian Timur Tengah di channel Youtube saya: https://www.youtube.com/watch?v=v0R8So9kOp4)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.