
(1) Virus kopid sewaktu-waktu bisa melekat di saluran mukosa (hidung/ nasofaring, orofaring). Kalau cuma melekat (terpapar), tidak sampai masuk ke saluran pernafasan yang dalam, kita tidak sakit. Tapi kalau virusnya menembus masuk ke reseptor, itu namanya “terinfeksi”, dan sangat mungkin menyebabkan sakit.
Logikanya, kita bisa mencegah si virus yang masih “menempel” ini supaya tidak masuk ke saluran pernafasan dalam, dengan mencuci hidung (kita juga disuruh cuci tangan pake sabun kan, supaya virus yang nempel di tangan mati).
Cairan pencucinya apa? Gak mungkin sabun dikucurin ke hidung kan? Ini ditemukan setelah drh Indro melakukan berbagai percobaan, yaitu: NaCl 0.9% atau kita bikin sendiri dari air mineral (tidak mengandung iodium) yang dicampur dengan garam non-yodium (1 liter air + 1 sendok garam krosok). [Cara cuci hidung, tonton di sini: https://www.youtube.com/watch?v=7ibDsqOfKpg]
Ketika kita dites, sangat mungkin hasilnya positif jika ada virus di tempat yang dilakukan swab (misal, hidung). Karena, alat tes hanya mendeteksi keberadaan virus, bukan sakit/tidak sakit. Makanya ada banyak kasus, tidak merasa sakit, tidak ada gejala, tapi kok hasil tesnya positif?
Kalau kita sudah melakukan cuci hidung, insyaAllah kalau dites tidak positif (karena virus yang nempel di hidung sudah dibersihkan; ibaratnya kita sudah cuci tangan). Tapi, kalau ditesnya dalam keadaan sudah terinfeksi, tentu saja akan tetap positif hasilnya.[
Pelajari juga cara membaca hasil tes PCR, pelajari makna angka-angkanya. Apalagi kalau dikasih hasil tes tanpa angka, pasien berhak minta penjelasan. Pelajari di youtube drh Indro: https://www.youtube.com/watch?v=t_CSA5vgzBY]
(2) Soal masker. Apa resiko pakai masker terus-menerus?
(3) dll.
Tonton sendiri videonya. https://www.youtube.com/watch?v=x5mXrkmh0eA
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.