Menyusul ditandatanganinya perjanjian normalisasi hubungan diplomatik antara Uni Arab Emirates (UAE) dan Bahrain dengan Israel, muncul suara-suara yang mempertanyakan, apakah Indonesia akan menyusul? Logika yang disampaikan oleh sebagian pengamat adalah, “Bila negara-negara Arab saja mau berdamai dengan Israel, mengapa Indonesia tidak?”Sebagian yang lain menyebutkan iming-iming “keuntungan ekonomi” yang akan diraih Indonesia bila membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Ada pula yang menyebutkan argumen, “Untuk mendamaikan kedua pihak, tentu mediator harus berteman dengan keduanya.”
Ketiga pendapat tersebut akan penulis bahas secara singkat satu persatu.
Baca selengkapnya di:
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.