Para ZSM akhir-akhir ini kebakaran jenggot banget yah? Rame bener menyerbu status-status saya yang membahas Palestina. Saya tentu saja tidak bisa menjawabnya satu-satu. Pertama, karena tidak ada waktu cukup. Kedua, SIAPA ELO sampai saya “wajib” jawab? Mau saya jawab atau tidak, terserah saya dong. Dan saya juga BERHAK memblokir komentator yang SANGAT NYEBELIN. Ga usah playing victimlah. Cengeng bener sih. Toh masih sangat banyak komen temen kalian yang saya biarin aja.
Saya perhatikan, para ZSM ini sering pakai argumen basi: “Emangnya Palestina ada sejarahnya? Emangnya, ada Palestina?” Bahkan ada yang bilang “Palestina itu dulu tanah kosong”.
Nah, barusan juga saya dikirimi tulisan koplak, panjang banget penuh distorsi. Sejak di paragraf pertama aja sudah ngawur, mengatakan “Palestina tidak ada saat Israel didirikan.”
Tujuan mereka jelas banget: ingin membawa persoalan ini ke kajian sejarah ke ribuan tahun yang lalu. Mereka ini ingin menggeser opini, dari kajian politik, ekonomi-politik, dan hukum internasional, ke SEJARAH ribuan tahun yang lalu.
Ini sebenarnya cara berpikir yang primitif banget. Masa kejadian ribuan tahun yang lalu bisa jadi sertifikat tanah di era modern?
Meskipun sudah berkali-kali saya bahas, saya ulangi lagi deh. Coba perhatikan dokumen Resolusi PBB tahun 181 tahun 1947 ini. Jelas disebut PALESTINA. Israel bahkan tidak ada satu kata pun. Yang disebut hanya “Jewish state”. Peta yang dipakai di dokumen ini pun jelas tertulis PALESTINA.
Isi dokumen ini adalah rencana membagi wilayah PALESTINA menjadi dua negara, untuk kaum Yahudi, dan untuk kaum Arab (yang dimaksud Arab ini, bukan cuma Muslim; tapi juga Kristiani).
Persoalannya: di atas tanah yang oleh PBB dijadikan “jatah” untuk “negara Yahudi” itu telah hidup ratusan ribu orang (Muslim, Kristen, Yahudi). Baca buku yang ditulis sejarawan Yahudi, Ilan Pappe, judulnya “Pembersihan Etnis di Palestina”. Di situ diceritakan bagaimana milisi teror Zionis sejak 1947 melakukan pembantaian dan pengusiran dengan tujuan mengosongkan wilayah yang jadi “jatah” Israel itu.
Padahal, dalam Resolusi PBB 181 tahun 1947 ini (hlm. 137), jelas disebut : dilarang melakukan perampasan (expropriation) terhadap tanah milik orang Arab di dalam wilayah yang menjadi “Negara Yahudi” dan kalau terjadi perampasan, harus diberikan ganti rugi.
Artinya, dari dokumen ini bisa disimpulkan: 1. Palestina itu ADA 2. Di atas tanah Palestina yang oleh PBB diserahkan untuk “Negara Yahudi” ADA penduduknya.
Dengan demikian, terbukti ya, klaim-klaim ZSM bahwa “Palestina tidak ada” itu adalah dusta dan mendistorsi sejarah.
Terakhir, untuk ZSM-ZSM fundamentalis yang selama ini jelas-jelas selalu pakai ayat Alkitab untuk menjustifikasi Israel, tidak usahlah NYINYIR nitip-nitip pesan ke orang mengundang saya debat. Saya ini penstudi HI, bukan ahli teologi. Kalau kalian mau debat, undang saja AHLI TEOLOGI Yahudi atau Kristen, supaya kalian sama-sama adu ayat Alkitab. Banyak juga kok, orang Yahudi atau Kristen yang pro-Palestina.
—
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.