Sebelum masuk ke buku Hubbard, saya jelaskan dulu bahwa Kerajaan Saudi Arabia (KSA) didirikan pada 1932, raja pertamanya bernama Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Saud. (Makanya disebut Saudi, karena pendirinya adalah Dinasti Al Saud). Tradisi suksesi (perpindahan kekuasaan) di KSA bukan dari bapak ke anak, tetapi antarsaudara. Setelah Abdulaziz bin Saud meninggal, yang menjadi raja adalah putra pertamanya yang bernama Saud bin Abdulaziz. Lalu, diteruskan kepada anak-anak Abdulaziz yang lain ( = saudara laki-laki Saud bin Abdulaziz), yaitu Faisal, Khalid, Fahd, Abdullah, dan sekarang: Salman (sejak 2015). Seharusnya, yang jadi putra mahkota adalah adik Salman, Muqrin. Tapi, King Salman menyingkirkan Muqrin dan mengangkat Muhammad bin Nayef (MBN), keponakannya ( = sepupu MBS). Hubbard menyebutkan bahwa Kushner meminta pejabat intelijen AS agar mengatur proses suksesi di Saudi, agar MBS naik jadi putra mahkota, menggantikan MBN. Tentu saja, informasi yang didapat Hubbard ini ditepis oleh pejabat Gedung Putih. Tapi perubahan suksesi memang akhirnya terjadi: MBS diangkat jadi Putra Mahkota.
Kisahnya, pada malam bulan Ramadhan, 20 Juni 2017 (ingat, Trump datang ke Saudi Mei 2017), MBN tiba-tiba mendapatkan informasi bahwa ia dipanggil Raja. Dengan helikopter, MBN datang ke istana bersama para pengawalnya. Di istana, mereka naik lift, dan ketika pintu lift terbuka, pasukan kerajaan merangsek masuk, merampas semua senjata para pengawal MBN. MBN sendirian dibawa ke sebuah ruangan. Di ruangan itu, MBN terus ditekan agar menyerahkan posisi putra mahkota kepada MBS.
Sistem penetapan putera mahkota adalah “baiat” (janji setia) dan baiat itu hanya bisa lepas kalau MBN sendiri yang melepaskannya, atau kalau ia mati. MBN yang sudah tua dan menderita sakit, dibiarkan tanpa makanan dan obat, akhirnya kelelahan dan menyerah: bersedia menandatangani dokumen penyerahan kekuasaan. Dia kemudian digiring ke sebuah ruangan dimana sudah ada MBS, dan kamera. Video kejadian ini tersebar di internet. MBS terlihat mencium tangan MBN, lalu MBN mengucapkan baiat pada MBS.
Singkat cerita, kini MBS menjadi Putra Mahkota Saudi, merangkap Wakil Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, Ketua Dewan Urusan Ekonomi dan Pembangunan, dan Ketua Dewan Urusan Politik dan Keamanan. (Perdana Menteri di Saudi dijabat langsung oleh Raja Saudi).
Hubbard menulis bahwa kedatangan Trump ke Riyadh telah membangun landasan yang kuat bagi hubungan antara Gedung Putih dan MBS. Bagi MBS ini menguntungkan karena dia punya ambisi memajukan ekonomi Saudi (agar tidak lagi bergantung pada migas) melalui program Vision 2030. Untuk ambisi ini, MBS membutuhkan investasi besar-besaran dari Barat, termasuk para pengusaha AS. Sebaliknya, Trump berharap bahwa hubungan yang erat denga MBS akan mendukung kebijakan luar negeri AS di Timteng dan mengalirkan uang dari Saudi ke pundi-pundi Gedung Putih.
Trump kemudian menugaskan Dewan Keamanan Nasional untuk mengkalkulasi biaya kehadiran tentara AS di Suriah, untuk kemudian ditagihkan ke Saudi dan kerajaan-kerajaan Teluk lain. Angka yang keluar, 4 miliar dollar. Hanya Saudi dan UAE yang mau membayar, itupun hanya 100 juta dollar dari Saudi dan 50 juta dollar dari UAE.
Tahun 2018, MBS kembali datang ke AS. Trump menyambutnya kembali di Oval Office dan menyebut MBS sebagai “teman yang sangat keren dan pembeli besar dari produk-produk AS”.
Sebelum pertemuan itu, para staf Gedung Putih sudah menyiapkan foto-foto peralatan militer buatan AS yang akan dibeli oleh MBS lengkap dengan harganya. Tujuannya, untuk “membekali pengetahuan Trump, bukan untuk diperlihatkan ke publik. Tapi yang dilakukan Trump adalah memperlihatkan foto-foto itu depan kamera, sambil membaca, “jet tempur 3 miliar.. helikopter 533 juta…alat pengawasan 525 juta…dst”
Kata Trump pada MBS, “Ini sih murah buat Anda, harusnya lebih banyak lagi.”
MBS tertawa dan mengangguk.
Jared Kushner jelas berperan dalam menggolkan perdagangan senjata AS-Saudi ini. Hubbard di halaman 114-115 menceritakan Kushner menjadi “advokat” bagi Saudi dalam perundingan di bulan Mei 2017, antara lain bahkan meminta CEO Lockheed Martin (produsen peralatan militer) agar memberi diskon untuk Saudi. Hal ini jelas melanggar etika diplomasi pada umumnya, seharusnya pejabat membela negaranya, bukannya meminta diskon demi negara lain.
Kedekatan hubungan kedua ‘pangeran’ ini (MBS dan Kushner) membuat khawatir Kementerian Luar Negeri AS dan CIA, terutama karena mereka sering berkomunikasi langsung melalui jalur pribadi, bukan melalui jalur resmi antarpemerintahan.
Dalam kunjungan MBS ke AS tahun 2018, ia bertemu dengan banyak tokoh dan bisnismen besar, serta diwawancarai banyak media terkemuka. Dalam berbagai wawancara itu, selain bicara soal visi ekonominya, MBS memuji-muji Yahudi dan Israel.
Antara lain, MBS berkata, “Israel adalah kekuatan ekonomi besar… dan tentu saja ada banyak kepentingan yang sama antara kami dengan Israel; jika ada perdamaian, akan banyak kepentingan/keuntungan antara Israel dan negara-negara Teluk, dan negara-negara seperti Mesir dan Yordania.” [hlm 222]
Hubbard menulis, sikap positif MBS pada Israel selain karena kekaguman pada kekuatan ekonomi, militer, dan intelijen Israel, juga karena keinginan MBS untuk menyenangkan hati Jared Kushner. Pasalnya, Kushner sangat ingin menyelesaikan konflik Israel-Palestina, dan berharap bantuan dari Saudi.
Trump memberi jabatan khusus kepada menantunya itu, yaitu sebagai pejabat senior di bidang Proses Perdamaian Timur Tengah dan mengelola hubungan AS dengan negara-negara Arab sekutu AS.
Hubbard mengutip pernyataan Kushner, “Isu Palestina adalah yang utama.. kepentingan utama [AS] adalah menemukan solusi bersejarah untuk mendukung stabilitas Israel dan menyelesaikan konflik Israel-Palestina.” [hlm 113]
[bersambung]
—–
Foto: demo anak-anak muda Gaza (aksi Great March of Return) yang terjadi mulai Maret 2018-Des 2019, dihadapi dengan mesiu dan gas air mata oleh tentara Israel. Akibatnya, 214 orang tewas dan 36.100 terluka (data dari PBB, Unispal). https://www.un.org/unispal/document/two-years-on-people-injured-and-traumatized-during-the-great-march-of-return-are-still-struggling/
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.