ZSM = Zionis Sawo Matang (pro Israel)
Ignorant = mungkin dia tidak pro Israel, tapi lebih tidak punya pendapat karena males mikir, abai, tidak mau dengar argumen, yang dia dengar cuma kata-katanya sendiri. Mengaku “free thinker” tapi sebenarnya “males mikir”.
 
Saya ingin membuat list komen-komen kedua jenis orang ini. Mereka ini beredar luas di dunia maya, meski kayaknya beda, tapi sebenarnya satu kubu: sama-sama merendahkan pembelaan pada Palestina; mendorong opini publik agar abai pada Palestina.
 
1. Aku sih netral ya, yang penting damai. Israel – Palestina itu sama-sama fanatik dua-duanya.
 
Jawab: pernyataanmu itu didasarkan pada ketidaktahuan atau ignorance, sebaiknya membaca lebih banyak. Yang terjadi di sana bukan perseteruan di antara dua fanatik, tapi antara fanatik (Israel) yang atas dasar keyakinan teologisnya merasa berhak mengusir masyarakat yang hidup di sebuah tanah (Palestina).
2. Orang Palestina itu membenci Yahudi atas dasar agama. Lihat tuh negara-negara Arab udah mau berdamai sama Israel, masa elu enggak?
 
Jawab: yang bawa-bawa Alkitab saat menjustifikasi pengusiran dan perampasan tanah di Palestina itu siapa? Bukankah Dubes Israel di PBB yang bawa Alkitab saat pidato di Sidang PBB? Dubes Palestina di PBB malah ga pernah bawa ayat Quran saat membela bangsanya. Konflik Palestina-Israel adalah bangsa yang terjajah/terusir VERSUS penjajah/pengusir.
 
3.”Yang sana benci Palestina…. Yang sini benci Israel….. Aku ikut yang cinta damai…aku nggak peduli mereka (sana sini) pakai referensi ilmiah.”
 
Jawab: kalau rumahmu dirampas orang dan kamu terpaksa hidup puluhan tahun di kamp-kamp pengungsian, kamu bicara soal keadilan dan perlawanan, atau benci-cinta? Kalau perampas rumahmu berkata: sudahlah, kita saling berkasih sayang aja, lo hidup aja baik-baik di kamp, ga usah melawan, kamu tetap bilang “cinta” kah?
 
4. “Kaum Yahudi itu paling berhak atas Palestina, kalau kamu menolak, salahkan saja Nabi Musa, mengapa dulu Nabi Musa bawa umatnya ke sana? Orang Arab Palestina itu yang numpang di tanah Palestina, harusnya mereka pindah saja ke negara-negara Arab di sekitarnya.”
Jawab: sebagai umat beriman, saya mengimani Nabi Musa sebagai Nabi, yang artinya, saya meyakini, beliau tokoh yang sangat mulia dan mustahil membenarkan kejahatan. Apakah keputusan Nabi Musa ribuan tahun yang lalu, bisa dijadikan sertifikat tanah untuk hari ini? Apa bisa dijadikan argumen untuk membenarkan perampasan dan pengusiran? Tentu TIDAK.
 
Jika kamu mau menjelek-jelekkan Nabi Musa, dan memosisikan beliau sebagai tokoh yang bersalah atas konflik ini, pertanyaannya: kamu itu umat siapa sebenarnya?
 
5. Israel itu bangsa pilihan Tuhan! Israel akan menang karena dipilih Tuhan!
 
Jawab: Berarti Tuhan-nya kamu serem juga ya.. Kalau Tuhan kami sih Tuhan yang Maha Pengasih dan Penyayang ke seluruh makhluknya, apapun rasnya dan melarang membunuh, merampas tanah orang lain.
 
6. Ini biasa ditulis media (termasuk Kompas, Detik dll): Israel menyerang Gaza SEBAGAI BALASAN atas bom Hamas.
 
Jawab: judul/kalimat berita seperti ini memosisikan Israel ga salah, yang salah Hamas. Kronologi dan logika sebab-akibat diabaikan total. Ibarat film, dipotong pada menit ke-50 ketika si A menyerang si B. Bagian 50 mnt pertama dimana ada penjelasan mengapa itu terjadi, diabaikan. Ini kesalahan berpikir yang disebut “non causa pro causa”
 
7. “Palestina itu ga ada! Dulu itu wilayah di bawah kekuasaan Ottoman!”
 
Jawab: Dulu di bawah kekuasaan Ottoman, wilayah itu juga sudah ada namanya, yaitu Palestina. Cek dong dokumen-dokumen jadul Bahkan dokumen PBB tahun 1947 pun (sebelum Israel dibentuk) menyebut nama Palestina, Dulu Israel malah lebih ga ada lagi, kan baru didirikan (dengan merampas tanah, rumah, dan mengusir orang-orang Palestina) tahun 1948.
 
8. Saya pro Israel tapi tidak setuju dengan kekerasan yang dilakukan Israel!
 
Jawab: ini posisi yang aneh sekali, bukankah Israel justru didirikan sejak awal dengan kekerasan? Baca buku sejarawan Israel/Yahudi, Illan Pappe, disebutkan dengan detil bagaimana milisi-milisi teror Zionis (waktu itu Israel belum resmi dideklarasikan) mengusir dan membantai warga desa-desa Palestina. Kalau antikekerasan Israel, ya jangan bilang pro-Israel dong? Orang Israel aja ada yang mengecam negaranya sendiri (misalnya, Miko Peled, penulis & aktivis pro-Palestina, padahal dia orang Israel).
 
Tolong lanjutkan di kolom komen ya, teman-teman selama ini mendapati komen seperti apa dari mereka ini?
 
***
 
Foto: Gaza disebut teroris oleh “dunia” (netizen, media massa, dan politisi pro Israel). Sementara Tel Aviv (ibu kota Israel) disebut “korban terorisme” sehingga harus dikasih dana hibah 3 M dollar per tahun dan disuplai peralatan tempur tercanggih oleh AS.

 

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh