Ucapan itu disampaikan oleh Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, baru-baru ini. Lihat videonya.

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/3243434065708300/?t=0

Pada 20 Mei, Wall Street Journal memberitakan bahwa kapal tanker Iran yang membawa bensin (gasoline) telah melawati Terusan Suez dan melanjutkan perjalanan ke Venezuela. Diperkirakan besok (24 Mei) akan masuk ke perairan Venezuela. Selain kapal tersebut, ada 4 kapal tanker Iran lagi yang menyusul (mungkin lebih); jarak mereka tak jauh dari kapal pertama.

Iran dan Venezuela merupakan dua negara yang bersatu dalam kubu perlawanan terhadap negara-negara eks-kolonialis/imperialis yang masih ingin terus memaksakan dominasi dan hegemoni mereka di berbagai penjuru bumi.

Keduanya sama-sama diembargo oleh AS. Venezuela kini mengalami kesulitan bahan bakar dan Iran mau mengirimkannya, dengan menempuh segala resiko. AS sudah menempatkan armada tempurnya di perairan yang akan dilewati Iran.

Penyerangan kapal sipil jelas melanggar hukum internasional. Iran pun sudah mengancam: kalau kapal-kapal minyak Iran ‘disentuh’, Iran akan membalas. Siapa yang akan kena balasan? Bisa diduga, antara lain, pangkalan militer AS yang ada di berbagai negara di sekitar Iran.

Iran dan Venezuela punya kesamaan lain: menjadi pendukung utama perjuangan Palestina (bukan cuma mendukung secara basa-basi diplomasi dan donasi).

Iran negara Islam, Venezuela negara mayoritas Kristiani. Keduanya sama-sama membela Palestina karena memang perlawanan terhadap penjajahan adalah persoalan asasi kemanusiaan, tidak disekat oleh agama atau keyakinan.

“Pemerintah Amerika Serikat tidak menginginkan perdamaian. AS hanya ingin mengeksploitasi sistem, menjarah, menghegemoni melalui perang. AS berkata “menginginkan perdamaian”, tetapi apa yang terjadi di Irak? Apa yang terjadi di Lebanon? Palestina? Apa yang terjadi? Apa yang terjadi selama seratus tahun terakhir di Amerika Latin dan di dunia?” (kalimat mendiang Hugo Chavez)

 

dinasulaeman Avatar

Dipublikasikan oleh