[Pengumuman Giveaway]
Giveaway yang kemarin saya lakukan bermula dari heboh masalah video Plandemic. Video itu sangat viral (di seluruh dunia) dan kemudian terjadi pembungkaman besar-besaran, setiap kali diupload di Youtube, langsung dihapus.
Khusus di Indonesia, FB bekerja sama dengan sebuah organisasi pemberantas hoaks dan sebuah media, untuk memberangus video ini. Mereka gunakan kata “fact check”. Fakta apa yang dicek? Hanya latar belakang narasumber (Dr. Judy Mikovits). Tentu saja, yang dipilih sebagai bantahan adalah artikel-artikel yang menjelek-jelekkan Dr. Judy.
Padahal, ada fakta yang jauh lebih krusial diperhatikan di video itu: ada beberapa dokter yang juga tampil di video itu, yang mempertanyakan kejanggalan penanganan Covid-19. Fakta itu seperti sengaja dikaburkan oleh para “pemeriksa fakta”, mereka hanya fokus share link kontra Dr. Judy-nya.
Giveaway yang saya lakukan kemarin, tidak terduga, sambutannya sangat banyak. Buku itu tentang Suriah. Kaitannya dengan Covid adalah: keterbukaan informasi.
Dulu, media massa dunia memaksakan narasi tunggal tentang Suriah. Meski ada netizen dan pengamat yang membantah, suara mereka sayup-sayup, diabaikan. Bahkan ada yang difitnah habis-habisan (termasuk saya). Tidak ada pemeriksa fakta yang dengan gagah berani memberi “surat ancaman” pada ribuan atau puluhan ribu akun penyebar hoaks Suriah.
Apakah Assad presiden suci, tak punya salah? Saya dan para pengamat politik global dari berbagai negara yang pandangannya dengan saya, tidak pernah berkata demikian. Tapi kami fokus pada apa yang terpenting untuk difokuskan: mengapa banyak berita yang terbukti hoaks disebarkan media mainstream; mengapa Barat dan negara-negara Muslim sekutu Barat mau menyuplai dana miliaran dollar, dalam operasi penggulingan Assad?
Tidak ada makan siang yang gratis. Follow the money. Itu rumus yang sering saya sampaikan. Pahami geopolitik dan ekonomi-politik global.
Itu pula yang terjadi dengan Covid-19. Mengapa Bill Gates, salah satu manusia terkaya di dunia, tanpa latar belakang medis, tampil setiap saat di media massa, berkoar-koar soal “lockdown harus dilakukan sampai seluruh manusia di dunia divaksin”? Dia berkata sudah “berinvestasi” miliaran dollar untuk perusahaan vaksin besar (Big Pharma). Bill Gates juga menggelontorkan dana ke media-media besar.
Lalu, tiba-tiba saja, para pemilik media besar, pemilik teknologi besar (Big Tech) dan para “pemeriksa fakta” secara masif berusaha membungkam banyak pertanyaan. Kebenaran tunggal seolah datang dari Bill Gates dan jejaringnya (Big Pharma, WHO, media bayaran, politisi, dll).
Tapi, sial buat mereka, tapi dunia sudah berubah.
Para pakar, dokter, dan warga sipil (dari berbagai negara) setiap hari berbagi informasi penting secara online. Karantina atau lockdown justru menyediakan elemen yang hilang selama ini: waktu. Tiba-tiba, warga dunia, Anda, saya, yang selama ini sangat sibuk bekerja, menjadi memiliki cukup waktu yang sangat luang untuk meneliti dan menyelidiki sendiri. Kita menjadi pribadi yang ‘baru’ : mau mendengar semua perkataan dan memilih yang terbaik di antaranya. Ini sebenarnya ayat Quran (QS 39:18).
Saya bukan ahli virus, bukan ahli medis, jadi saya tidak bisa menjamin perkataan Dr. Judy benar. Yang saya serukan adalah: dengarkan dulu narasi dari berbagai sumber, pikirkan, dan pertimbangkan mana solusi yang terbaik. Ini termasuk seruan untuk pemerintah. Jangan takut untuk melawan. Bukankah ada banyak negara yang mengambil solusi sendiri dari pandemi ini (tidak sejalan dengan instruksi WHO dan BG, dan berhasil?
Sekali lagi, dunia sudah berubah. Dan mungkin ini salah satu hikmah dari Covid-19: manusia menjadi punya waktu untuk mendengar suara-suara yang selama ini terabaikan dan memikirkannya dengan kepala dingin.
***
Buku “Salju di Aleppo” yang saya janjikan untuk dibagi ada 10. Saya sempat tulis, hadiah hanya untuk alamat di Jawa. Pertimbangannya: ongkir luar Jawa mahal dan saya harus berhemat di tengah situasi sulit ini. Tapi alhamdulillah ada donatur yang mau membantu ongkir, sehingga postingan itu saya edit [bebas, yang penting di Indonesia]. Tapi mungkin banyak yang terlewat baca, sehingga ada yang marah ke saya (seolah saya diskriminatif).
Karena ada donatur, hadiah buku juga ditambah, jadi 15 buku. Saya memilih komen tanpa pertimbangan lokasi komentator.
Berikut ini akun yang terpilih: Sa ifudin // Rumah belajar bersama // Riyan // Joni Iskandar // Prabowo Joko Susilo // Mang andi // Rini andriani // Ari // Emtu // Aida meutia // Sindy abdullah // Momo Wcilla // gesang // Albert Muhammad // Opybundarempong.
Nama-nama ini sudah di-tag di komen, di status give away itu (jadi, kalau ada kesamaan nama, tapi tidak di-tag berarti bukan dia yang menang ya). Silakan inbox alamat masing-masing.
Mohon maaf untuk yang sangat berharap tapi tidak kebagian. Sekali lagi terimakasih atas partisipasinya. Bila masih penasaran dan berkenan membeli, silakan kontak staf marketing, Ahmad 0882-9358-3608
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.